Baturaja, Sumselupdate.com – Beberapa warga di Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengaku telah mulai didata melalui Rukun Tetangga (RT) terkait rencana penerapan City Gas.
Pendataan ini disambut baik oleh masyarakat yang berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang ini.
Wiwin, misalnya warga Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur. Menurutnya ia baru dapat blangko data diri sebagai warga setempat dari ketua RT.
Menurutnya, dari informasi yang ia dapat pendataan itu untuk rencana penggunaan City Gas. Di mana untuk kebutuhan gas rumah tangga akan disuplai melalui jalur pipa ke rumah warga.
“Saya sangat setuju. Tapi kalau bisa jika memang nantinya akan diterapkan bayarannya jangan mahal-mahal,” harap Wiwin, Kamis (25/5/2017).
Lebih dari itu ia juga meminta agar pihak terkait benar-benar memperhatikan keamanan untuk pengguna, jika saja hal ini jadi diterapkan.
Sosialisasi sistem pemakaian dan penggunaan juga harus dilakukan. Desi, warga Perumahan RS Sriwijaya juga mengaku hal sama.
Ia juga sudah mendapat blangko data. Informasinya untuk hal demikian. ”Saya sudah serahkan ke RT kami blangkonyo,” kata Desi.
Ia mengaku setuju dengan wacana adanya City Gas. Hampir sama dengan komentar Wiwin. Ia mengharapkan jika memang benar nantinya diterapkan, diharapkan jangan mahal-mahal.
Dan ia mengharapkan juga nanti dijelaskan sistem pemakaian dan keamanan penggunaan gas tersebut. Dengan harapan tidak berbahaya.
Terpisah, Ketua RT 02, Kelurahan Sekarjaya, Kecamatan Baturaja Timur, Bram mengatakan, sesuai amanat dari pihak kelurahan untuk membagikan blanko data dan menjelaskan mengenai hal itu kepada warga.
Nanti setelah warga mengisi blangko data akan diserahkan kembali ke pihak kelurahan.
“Paling lambat tanggal 29 Mei ini blangko sudah dikumpul. Kalau saya dapat informasi ini untuk wilayah kecamatan Baturaja Barat dan Kec Baturaja Timur dulu. Rencananya untuk penerapan City Gas,” ujarnya.
Ditanya kapan penerapan City Gas ini akan realisasikan, kata Bram, mereka belum dapat informasi ke arah sana.
Saat ini ia hanya diminta mengantarkan blangko data untuk diisi warganya. Selebihnya akan diserahkan ke pihak kelurahan.
”Kapan realisasinya kita belum tahu. Inikan baru pendataan dulu,” katanya. (wid)











