Baturaja, Sumselupdate.com – Pemerintah Kabupaten OKU dalam hal ini Bupati Drs Kuryana Azis mengajak untuk menciptakan kondisi aman dan nyaman saat menjelang lebaran nanti khususnya pada arus musik tahun ini.
Salah satunya, untuk menciptakan hal itu Pemerintah Daerah dengan Polisi, TNI, Masyarakat dan pihak terkait harus melakukan kerja sama yang baik dalam melakukan pengamanan.
“OKU ini merupakan posisi di jalan perlintasan Jalur Jalinsum. Tentu dengan letak geograpis seperti ini pada peringatan hari besar seperti Idul Fitri, Natal dan momen libur panjang menjelang H-3 sampai H-7 tentu dipadari arus lalulintas. Untuk itu antisipasi dan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melintas harus dilakukan,” kata Kuryana.
Bupati mengingatkan, bukan hanya tugas polisi untuk menciptakan hal itu. Melainkan, peran aktif semua lapisan masyarakat dan unsur terkit juga sangat diperlukan.
Selain itu, Kuryana menghimbau kepada masyarakat di daerah yang ia pimpin, agar selalu membantu kinerja polisi. Sebab menurutnya, polisi tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan semua pihak.
“OKU ini luas. Lebih kurang, 356 ribu lebih penduduk yang tersebar di 17 kecamatan. Tentu jumlah penduduk tidak sebanding dengan jumlah personil polisi. Maka itu jika ada informasi yang mengancam ketertiban keamanan dan tindak kejahatan lainnya segera laporkan ke polisi,” kata Bupati H Kuryana, menegaskan, tentu kita semua tidak mau terjadi di seluruh daerah hal-haltidak diinginkan.
“Kita ingin menciptakan, suasana aman dan nyaman. Bagaimana menciptakan itu, alhamduillah hal itu bisa berjalan baik dengan kerjasama yang baik polisi dan dukungan semua pihak. Pada harus mudik dan balik peringatan hari raya ini, beberapa titik rawan longsor juga diperhatikan,” katanya.
Di samping itu, sebelumnya untuk antisipasi lonjakan arus mudik serta memberikan rasa aman, nyaman dan pelayanan bagi para pemudik, Polres OKU bersama Pemerintah Kabupaten OKU dalam sandi Operasi Ramadaniyah Musi 1437 H tahun 2016 akan mendirikan 11 posko. Lokasinya, di beberapa titik yang dianggap menjadi tempat rawan kecelakaan serta menjadi tempat peristirahatan para pemudik.
“Kita menyiagakan 11 posko mudik lebaran yang terdiri dari 3 pos pengamanan, 4 pos pengamanan dan 4 pos pantau yang kita buat di sepanjang jalur arus mudik,” kata kapolres OKU AKBP Leo Andi Gunawan SIK MPP melalui Kabag Ops Polres OKU Kompol Sutrisno saat menyampaikan rencana ops Ramadniyah Musi.
Diterangkan Sutrisno, pos mudik lebaran ini akan disiagakan mulai tanggal 30 juni sampai 15 juli mendatang.
Adapun titik penempatan pos mudik lebaran yakni 4 pos pengamanan yakni pos pengamanan Ramayana, Pos Pengamanan Pasar Lama, Pos pengamanan Desa Gunung Meraksa Ulu Ogan, dan pos pengamanan Simpang 3 Jalan Cor Beton Desa Kurup.
Untuk 3 pos pelayanan (posyan) yakni Posyan SPBU Batu Kuning, Posyan SPBU Batumarta dan Posyan Stasiun Baturaja. Sedangkan untuk pos pantau arus mudik yakni pos pantau jalan Lintas Simpang 4 Air Pauh, pos pantau Ogan 1, pos pantau Ogan 2, dan Pos pantau RM Aneka Rasa.
“Untuk pos pantau difungsikan untuk memantau situasi arus mudik,” terangnya.
Menurut Sutrisno, letak geografis kabupaten OKU yang berada di jalur lintas tengah kemungkinan akan ramai dilalui pemudik meskipun OKU sebenarnya hanya sebagai jalur alternatif, puncak arus mudik diprediksi kan mengalami lonjakan pada H-3 menjelang idul fitri. “H-3 merupakan puncak arus mudik,” imbuhnya.
Pengamanan arus mudik dan balik ditambahkan sutrisno akan dilakukan bersama-sama pihak isntansi lain yakni TNI, Denpom, Dishub, Pol PP, Dinas Kesehatan, Pramuka, dan lainnya, untuk personel pengamanan pihaknya mengerahkan 252 personel gabungan yang akan ditempatkan disejumlah posko mudik lebaran. (Yan)











