Merak, Sumselupdate.com – Keterbatasan jumlah dermaga di Pelabuhan Merak dinilai menjadi persoalan serius dalam kelancaran arus penyeberangan menuju Pelabuhan Bakauheni, terutama saat musim arus mudik Lebaran.
Meski jumlah kapal yang tersedia terus bertambah, sebagian besar justru tidak dapat dioperasikan karena terbatasnya fasilitas sandar di pelabuhan tersebut.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono, meminta pemerintah segera menambah jumlah dermaga di Pelabuhan Merak guna mengatasi keterbatasan kapasitas angkut layanan penyeberangan.
Menurut Bambang Haryo Soekartono yang akrab disapa BHS, saat ini terdapat sekitar 72 kapal yang disiapkan untuk melayani lintasan Merak–Bakauheni. Namun dari jumlah tersebut, hanya sekitar 28 kapal yang dapat beroperasi secara optimal karena keterbatasan dermaga.
“Situasi ini sudah berlarut-larut bertahun-tahun yang menyebabkan kemacetan parah di lintasan Merak–Bakauheni pada musim libur Lebaran dan tahun baru. Sangat ironis, antrean kendaraan logistik dan penumpang sangat panjang, tetapi sebagian besar kapal justru tidak beroperasi karena keterbatasan dermaga,” kata BHS.
Ia menjelaskan, dari tujuh dermaga yang tersedia saat ini, setiap dermaga hanya mampu melayani sekitar empat kapal. Artinya, sekitar 44 kapal atau lebih dari 60 persen armada tidak dapat dioperasikan meskipun dalam kondisi siap dan layak berlayar.
Menurut BHS, kondisi tersebut menjadi persoalan serius karena masyarakat harus menanggung dampak antrean panjang kendaraan, sementara kapasitas kapal sebenarnya masih tersedia.
Selain itu, kelancaran akses jalan tol menuju pelabuhan juga turut meningkatkan jumlah kendaraan yang menuju lintasan penyeberangan tersebut, baik kendaraan logistik maupun penumpang, terutama saat musim mudik dan libur panjang.
“Pada saat peak season masyarakat membutuhkan angkutan, tetapi kapal tidak bisa dioperasikan karena keterbatasan dermaga,” ujarnya.
Ketua Dewan Pembina Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) itu menegaskan bahwa solusi paling mendesak adalah menambah jumlah dermaga di Pelabuhan Merak.
Dari tujuh dermaga yang ada saat ini, pemerintah diminta segera menambah setidaknya tiga dermaga baru dalam waktu dekat.
Dengan penambahan tersebut, kapasitas sandar kapal dapat meningkat signifikan. Tiga dermaga tambahan diperkirakan mampu menampung sekitar 12 kapal tambahan untuk beroperasi secara bersamaan.
“Kalau ditambah tiga dermaga, kita bisa menampung sekitar 12 kapal tambahan. Itu sudah sama dengan bertambah sekitar 50 persen dari total kapasitas angkut yang tersedia sehingga antrean kendaraan yang akan menggunakan kapal penyeberangan bisa jauh lebih lancar,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kebutuhan angkutan penyeberangan di lintasan Merak–Bakauheni terus meningkat, terutama untuk transportasi logistik, transportasi publik, dan penumpang.
Menurutnya, volume transportasi logistik di lintasan tersebut bahkan meningkat sekitar 10 hingga 12 persen setiap tahun.
Jika penambahan infrastruktur tidak segera dilakukan, BHS khawatir kapasitas angkutan penyeberangan di Merak–Bakauheni dalam beberapa tahun ke depan tidak lagi mampu menampung lonjakan kendaraan maupun distribusi logistik.
“Kalau kongesti ini terus terjadi, kemacetan akan meresahkan publik dan berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Ia menilai pemerintah seharusnya tidak hanya menambah jumlah kapal, karena hal tersebut justru berpotensi menambah jumlah kapal yang tidak dapat dioperasikan.
“Kalau ingin menambah kapasitas angkut, seharusnya pemerintah segera melakukan penambahan dermaga,” tegasnya.
(**)











