Palembang, sumselupdate.com – Perebutan kursi legislatuf DPRD Sumsel sangat ketat. Persaingan bukan hanya antar partai politik, tapi juga sesama caleg dalam satu partai politik.
Bahkan ada isu berkembang jika terjadi permainan suara yang melibatkan penyelenggara pemilu saat proses perhitungan suara yang kini sudah berada di tingkat PPK (Panitia Pemilih Kecamatan).
Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel, Chairul S Matdiah pun mengingatkan penyelenggara Pemilu agar tidak berbuat curang. Ia meminta agar penyelenggara Pemilu melakukan proses penghitungan suara secara benar.
“Ada isu yang saya dengar bahwa caleg di bawah akan bermain, mempengaruhi oknum PPK dan penyelenggara lainnya untuk merubah perolehan suaranya, agar lebih banyak dari perolehan suara saya. Ini sedang terjadi karena orang suruhan caleg itu sudah bergerilya menemui penyelenggara,” ungkap Chairul.
Meskipun isu tersebut sudah ia terima, namun dirinya tetap percaya kepada penyelenggara pemilu tidak akan berbuat curang karena akan berhadapan dengan hukum.
Menurutnya jika berbuat curang maka konsekuensi pidana akan menjerat penyelenggara yang curang tersebut.
“Tapi saya tidak percaya, karena kotak digembok dan kunci gembok dipegang oleh tiga institusi yakni polisi, Bawaslu dan KPU,” ujar wakil ketua DPRD Sumsel ini.
Ditegaskan Chairul, meski dirinya percaya penyelenggara, tapi dirinya tetap mengingatkan penyelenggara agar jangan coba-coba merobah hasil perolehan suara.
“Penyelenggara pemilu jangan coba-coba merobah hasil C1. Ini tindak pidana bukan hanya tindak pidana pemilu tapi pidana umum. Rekan-rekan caleg pun jangan coba-coba mempengaruhi penyelenggara untuk mencuri suara agar dapat duduk,” tegas Chairul.
Dikatakan Chairul, saat ini berdasarkan penghitungan suara yang dilakukan secara internal timnya, dirinya telah memperoleh suara sebanyak 14 ribu dari data yang masuk sebesar 50 persen.
“Saya sekarang menang di beberapa kecamatan seperti Plaju, Kertapati, Ilir Barat II dan Gandus. Dari 9 kecamatan yang ada di Dapil Sumsel 1, saya menang di 7 kecamatan,” pungkasnya. (mor)











