Palembang, Sumselupdate.com – Sebuah Video menunjukkan sekelompok remaja dengan pakaian preman masuk ke dalam ruangan yang disebut merupakan masjid, namun setelah di cek video tersebut merupakan kegiatan teaterikal santri Pondok Pesantren Al Istiqlaliyah Cilongok Tanggerang, yang digelar pada ruang majelis.
Kategori: Konten yang Salah
Sumber : https://www.instagram.com/reel/C380ME5yXvJ/?igsh=Y2I1dHJrZGw1ODdu
NARASI :
“JOKOWI Berani sesumbar tidak ada yg disa mengalahkan Jokowi karena kecerdikan Jokowi memelihara makin banyak preman !!!.
Lihatlah diperempatan jalan jalan yg tanpa lampu merah ada Pak OGAH.. Itu awal perekrutan preman..Setelah itu ada badan khusus buatan Jokowi (Ketua PKI gaya baru) yg didik para preman baru menjadi preman professional !!!.
Preman dalam kondisi normal diajari edarin narkotika buat rusak anak bangsa, agar RRC makin mudah menguasai Indonesia !!!.
Bila Ada pejuang pembela kebenaran, maka preman beraksi, mengitimidaai dll agar Pejuang pembela kebenaran dan keadilan urung, batal dan takut sampai akhirnya diam, hanya menangis di hati tanpa bisa berbuat apa apa !!!.
Sampai klimaknya Jokowi merasa amat pede, merasa paling kuat, makin sombong dan saat ini menjelma jadi Fir’aun Batu abad 21 !!!.
Aparat sipil, militer, semua lembaga tinggi negara diacak acak, dibuat tak berwibawa seolah barang mainan yg bisa diotak atik dan dirusak oleh Penghianat Bangsa bernama Jokowi !!!.
Di bawah ini video Preman sedang menunjukkan taringnya dan menantang Pribumi Pejuang, Menantang Para Mujahid bahwa negeri ini sudah dalam genggaman Jokowi dan para preman !!!
Dimana menteri agamanya….?
masjid tempat ibadah umat Islam sedang di lecehkan oleh para preman….!!!
Penjelasan :
Akun Instagram @fatimahenny menggugah pada Jum’at (01/03/2024) sebuah Video yang menunjukkan sekelompok remaja berpakaian preman masuk ke dalam masjid yang dinarasikan melakukan intimidasi terhadap ulama masjid.
Pada caption postingan itu juga menyebutkan bahwa aksi premanisme itu terjadi di era presiden Jokowi.
Tak hanya itu, pengunggah video tersebut juga menarasikan presiden Joko Widodo merupakan ketua PKI gaya baru.
Setelah ditelusuri, ditemukan vidio yang identik serupa dengan unggahan tersebut dengan narasi yang berbeda diunggah oleh akun Instagram @Palembang.Kaget.
Dalam unggahannya itu, justru menyebut jika video tersebut merupakan kegiatan teaterikal yang dilakukan santri dari pondok pesantren Al Istiqlaliyah Cilongok Tanggerang.
“Itu teaterikal di Majelis Istiqlaliyah Cilongok Tanggerang, Kalo Ga Salah yang main itu santri, dan ruangan itu bukan masjid tapi ruangan majelis. Masjid ada disebelahnya,” tulis keterangan dalam vidio tersebut.
Pada unggahan tersebut, sejumlah netizen turut berkomentar, salah satunya akun Instagram @mh.iyos yang menyebut itu merupakan kegiatan rutin dari santri disana.
“Acara imtihan di pondok, biasa setiap tahun sekali.. coba dengarin sambutan santri yg pakai topi, muqoddimahnya pasyeh banget,” tulis dia.
Tak hanya itu, Penelusuran lebih lanjut ke mesin pencarian YouTube dengan kata kunci ” teaterikal pesantren al istiqlaliyah cilongok” juga banyak ditemukan video serupa yang dinarasikan sebagai kegiatan santri dalam rangkaian Tafarukan terminologi Islam yang diartikan “masa penutupan atau perpisahan pesantren ramadhan yang diadakan di bulan Ramadhan,”
Seperti yang diunggah oleh Chanel YouTube Achmad Farisi02 pada empat tahun lalu, dengan judul Tafarukan santri Al Istiqlaliyah Cilongok PS Kemis, dimana dalam video itu juga menampilkan kegiatan teaterikal di tempat yang sama persis pada Hoaks yang diunggah akun Instagram @Fatimahenny.
Hal serupa juga diunggah oleh Chanel YouTube Peci Merah Official dengan judul Tafarukan Santri Abah Uci 2022. Sosok Abah Uci sendiri setelah dilakukan penelusuran merupakan salah satu ulama dari Pondok Pesantren Al Istiqlaliyah Cilongok.
Selain itu terkait klaim yang menyebut Jokowi sebagai ketua PKI Gaya Baru terkait isu ini pun sudah banyak yang bayak yang menyanggah.
Terkait isu tersebut diantaranya di muat dalam salah satu berita CNNindonesia.com dengan “Judul KAMI Surati Jokowi, Bicara Neo Komunisme dan PKI Gaya Baru”. (**)











