Car Free Day Palembang Picu Kemacetan Parah, Ratu Dewa Langsung Evaluasi

Writer: - Senin, 13 April 2026
Wali Kota Ratu Dewa memimpin rapat evaluasi pelaksanaan CFD dan CFN di Palembang, Senin (13/4/2026). (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Uji coba perdana Car Free Night (CFN) dan Car Free Day (CFD) di Kota Palembang menuai sorotan publik, terutama terkait kemacetan lalu lintas yang terjadi di sejumlah titik.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa langsung merespons berbagai kritik tersebut dengan menggelar rapat evaluasi bersama jajaran Pemerintah Kota, kepolisian, serta instansi terkait, Senin (13/4/2026).

Read More

Dalam evaluasi tersebut, Ratu Dewa menyoroti belum optimalnya pengaturan lalu lintas saat pelaksanaan CFD, khususnya di kawasan Jembatan Musi 4 dan Musi 6 yang mengalami kemacetan parah.

“Penutupan jalur sepanjang 2,8 kilometer, termasuk Jembatan Ampera, menyebabkan kemacetan cukup panjang. Dari pantauan dan laporan masyarakat, penempatan petugas di titik tersebut belum maksimal,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan banyaknya laporan langsung dari warga melalui media sosial, bahkan disertai siaran langsung kondisi kemacetan di lapangan.

Baca Juga: Car Free Day Perdana di Palembang Berujung Macet Total, Jalan Sultan M. Mansyur Lumpuh Saat Akhir Pekan

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Kota Palembang akan kembali melakukan uji coba CFD pada pekan depan dengan sejumlah perbaikan, termasuk rekayasa lalu lintas dan penempatan personel di titik rawan macet.

Selain itu, rencana peluncuran resmi CFD yang semula dijadwalkan pada 19 April 2026 ditunda guna memberikan waktu evaluasi lebih lanjut.

“Dishub dan pihak terkait akan kembali melakukan kajian komprehensif agar kemacetan dapat diurai,” tegasnya.

Baca Juga: Warga Minta CFD Palembang Dipangkas, Jalur Panjang Dinilai Ganggu Mobilitas Akhir Pekan

Sementara itu, untuk pelaksanaan CFN, Ratu Dewa menilai kegiatan tersebut sudah berjalan cukup baik, meski masih terdapat sejumlah catatan yang perlu diperbaiki.

Salah satu perhatian utama adalah pengelolaan sampah dan kurangnya fasilitas tempat pembuangan sementara (TPS) di lokasi kegiatan.

Ia meminta Dinas Komunikasi dan Informatika untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat dan pedagang terkait kebersihan lingkungan.

Selain itu, penataan parkir di kawasan Kolonel Atmo juga menjadi perhatian, mengingat potensi lonjakan pengunjung di area tersebut.

“Tarif parkir harus sesuai aturan, tidak boleh melebihi ketentuan,” ujarnya.

Ratu Dewa juga menekankan pentingnya penataan konsep hiburan yang mengangkat budaya lokal Palembang, seperti seni dulmuluk, pertunjukan komunitas, hingga pelibatan UMKM.

Pemerintah Kota Palembang berkomitmen untuk segera menindaklanjuti hasil evaluasi agar kegiatan CFN dan CFD dapat menjadi ruang publik yang nyaman, aman, serta bermanfaat bagi masyarakat.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts