Muratara, Sumselupdate.com – Pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas Utara (Muratara) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.
Dalam kunjungannya itu, kedua Bupati menandatangani surat kesepakatan untuk bekerja sama dalam pengelolaan Sumber Dayaalam (SDA) yang berada di perbatasan.
Kunker Pemkab Muratara, Kamis (12/5), sekitar pukul 08.30, dipimpin langsung Bupati Muratara M Syarif Hidayat dan Wakil Bupati Devi Suhartoni serta seluruh kepala Satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang didampingi Kapolres Musi Rawas AKBP Herwansyah Saidi. Kedatangan pejabat Muratara disambut oleh Bupati Sarolangun Drs. H. Cek Endra serta perangkatnya.
Nah, acara pertemuan tersebut dilaksanakan di ruang temu tepatnya di kantor Bupati Sarolangun. Dalam acara itu Bupati Sarolangun H Cek Hendra tampak memberikan pengalamannya dalam membangun dan mensejahterahkan masyarakatnya
“Kami sangat berharap sebagai tentangga. Baik memajukan maupun bekerja sama,” kata H Cek Hendra Bupati Sarolangun, Provinsi Jambi
Ia menjelaskan bahwa pemekaran kabupaten Muratara dalam penanda tanganan tapal batas dirinya tidak diperwakilkan karena salah satu bupati ia sendiri yang menanda tangani secara langsung. Hal itu dilakukannya dengan alasan ingin rukun atar tetangga, dengan harapan bisa memperkuat silaturrahmi.
“Kita tidak jauh beda karena kita satu rumpun. Penanda tanganan kesepakatan itu menyatakan kedua kabupaten memiliki ikatan kerja sama dalam pengelolaan SDA yang berada di perbatasan,” ujarnya
Sedangkan orang nomor satu di jajaran Pemkab Muratara M Syarif Hidayat mengatakan sambutan dari perintah sarolangun sangat luar biasa. Dan ia mengaku sudah lama mau berkunjung karena sebagai kabupaten bungsu harus tauh diri.
“Kami sadar diri sebagai kabupaten bungsu,untuk berkunjung ke kabupaten sarolangun ini karena sudah memiliki pengalaman karena kami harus banyak belajar,” katanya
Bupati Muratara ini mengucapkan terima kasih atas sambutan kunker nya itu dan ia mengaku silaturrahmi yang ada akan dijaga dan dilanjutkan dengan hubungan yang baik.
“Untuk SDA yang ada itu harus kita optimalkan karena untuk masyarakat. Seperti budaya saja tidak jauh perbedaan karena satu rumpun,” pungkasnya. (ain)











