PALI, Sumselupdate.com –Untuk melihat dan mendokumentasikan rumah dan tanah kelahiran ibu kandungnya, Anke Koning-Dulvelshof mengunjungi Kota Pendopo, Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Kamis (11/8) lalu.
Datangnya Anke Koning tidak sendirian, dia ditemani suami dan tiga orang anaknya.
Kepada Sumselupdate.com, Anke menceritakan tujuan dirinya datang ke PALI lantaran, Kota Pendopo yang dahulu sebagai pusat minyak dan gas dikelola oleh PT Stanvac Indonesia merupakan tanah kelahiran ibunya bernama Ees Gonsalves.
Menurut Angke, ibundanya menetap di Kota Pendopo mulai tahun 1935 hingga 1942.
“Tujuan saya datang ke sini yaitu untuk melihat langsung tanah kelahiran ibu saya yang lahir di Kota Pendopo Talang Akar sekitar tahun 1930. Saya juga disuruh ibu saya untuk mengambil gambar rumah yang ditempati ibu saya beserta kedua orang tuanya,” beber Anke dengan bahasa Inggris.
Lebih lanjut Anke membeberkan bahwa kakeknya dahulu merupakan pekerja di perusahaan migas yang ada di Pendopo.
“Dahulu kakek saya bekerja di PT Stanvac Indonesia. Oleh karena itu, ibu saya lahir di kota ini. Dan tinggal di sini untuk waktu yang cukup lama sampai akhirnya kembali pindah ke Negara Belanda,” kata ibu tiga orang anak tersebut.
Baginya, Kabupaten PALI adalah tempat spesial yang akan tetap diingat. “This is special place for me, for my mom,” tandasnya ketika ditanya arti penting PALI bagi dirinya.
Terpisah, Dede Apriandi tokoh masyarakat Kota Pendopo mengaku wajar-wajar saja jika ada bule yang tiba-tiba datang kesini layaknya pulang kampung.
“Dahulu Pendopo Talang Akar sudah cukup terkenal di Internasional karena memiliki potensi minyak dan gas yang luar biasa melimpah. Apalagi, perusahaan yang beroperasi di Kota Pendopo merupakan perusahaan dari luar negeri, mungkin bagi sebagian bule itu bagi mereka datang ke Pendopo itu seperti pulang kampung, melihat rumah dan tanah kelahirannya,” beber pria yang kerap disapa Mang Dedek itu, Sabtu (13/8).
Masih kata Dedek, memang dahulu rumah tempat tinggal para bule ketika bekerja di Kota Pendopo ada di Komplek Pertamina dan Desa Talang Akar.
“Coba aja lihat beberapa bangunan yang ada di Komperta Pendopo. Arsitekturnya tampak seperti bangunan atau rumah dari Belanda. Dan bahkan, katanya dahulu pernah ada Rumah Sakit di Desa Talang Akar itu terbaik se-Asia Tenggara. Namun sayang, perawatan serta penjagaan terhadap asset tersebut kurang disadari masyarakat dan akhirnya seiring dengan waktu seluruh asset dan peninggalan dari perusahaan tersebut terabaikan dan usang dimakan usia,” tutupnya. (adj)











