Muarabeliti, Sumselupdate.com – Budaya mandi kasai di wilayah Kabupaten Musrawas (Mura) saat upacara pernikahan berangsur-angsur dilupakan karena tergerus perkembangan zaman.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Mura, Amrullah melalui Kasi Pelestarian Pengembangan Budaya, Emilia mengakui, tradisi mandi kasai saat ini sudah mulai dilupakan dan tidak diterapkan oleh masyarakat Kabupaten Mura.
“Sebenarnya saat ini Mandi Kasai masih ada, tapi sekarang hanya sedikit yang dilakukan oleh masyarakat,” katanya, beberapa waktu lalu.
Dia menjelaskan kalau berpatokan dengan adat istiadat masyarakat harus melaksanakan Mandi Kasai. Apalagi masyarakat yang akan melangsungkan pernikahan khususnya pasangan suami istri.
Tapi ya itu tadi dengan maju perkembangan zaman kadang kala masyarakat tidak pernah lagi melakukan tradisi Mandi Kasai.
“Biasanya pasutri saat akan melangsungkan pernikahan akan melaksanakan mandi Kasai disertai ritual yang dipimpin oleh tokoh adat, tokoh agama serta warga setempat,” jelasnya.
Perlu diketahui tujuan Mandi Kasai sangat bagus dilakukan, supaya pasutri yang akan menjalankan proses pernikahan berjalan dengan lancar, serta terciptanya suasana rumah tangga yang harmonis lebih dikenal dengan sakinah, mawadah dan warohmah.
“Di wilayah Kabupaten Mura masih melakukan Mandi Kasai, yakni di Kecamatan TPK. Sementara di daerah lain bisa dikatakan jarang bahkan tidak pernah dilakukan Mandi Kasai,” ucapnya.
Dia menambahkan, upaya untuk melestarikan kebudayaan mandi kasai agar tidak dilupakan oleh masyarakat Kabupaten Mura. Tahun 2019 mendatang akan dilakukan kembali pendataan, evaluasi sekaligus monitoring.
Caranya dengan turun ke lokasi bersama dengan Badan Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Acara”Baru-baru ini didata yakni Pindang Musi Rawas,” pungkasnya. (ain)











