Boy yang Tewas Gara-gara Duit Rp10 Ribu Tinggalkan Dua Anak dan Menjadi Tulang Punggung Keluarga

Kedua anak almarhum Citra Wulandari dan Putra Ramadan bersama neneknya.

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Yanti (65) tak kuasa menahan tangisnya ketika mendengar kabar anak kandungnya Boy Sandi (36) tewas ditikam dua lubang di dekat kediamannya di Lorong Jayalaksana, Jalan Faqih Usman, Kelurahan 2 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, Sumsel.

Bacaan Lainnya

Boy Sandi menemui ajal setelah ditusuk rekannya bernama David (20), hanya gara-gara duit Rp10 ribu,  dinihari kemarin.

Ditemui Sumselupdate.com di kediaman korban di Lorong Karya, Jalan Faqih Usman, Kelurahan 2 Ulu, SU I Palembang, sore kemarin, Yanti begitu sangat terpukul.

Dia sesekali menghapus air matanya sambil menenangkan kedua anak almarhum Citra Wulandari (14) dan Putra Ramadan (8), sesaat sebelum jenazah korban dikebumikan sore kemarin di TPU belakang PT Ali atau dekat kediaman korban.

“Dia adalah tulang punggung keluarga. Saya tak memiliki firasat apa-apa pada saat kejadian Namun, hati saya gelisah saat Boy tak kunjung pulang. Pada malam kemarin sekitar pukul 01.00 WIB,” ujarnya.

Kemudian ia merasa terkejut ketika mendapat kabar anaknya ditusuk orang dan terkapar di jalan. Sontak dirinya langsung ke RSU BARI Palembang.

Yanti sendiri mengungkapkan jika almarhum sudah berpisah dengan istrinya dua tahun lalu.

Yanti, ibunda almarhum Boy Sandi.

 

Namun, kedua anaknya diserahkan ke korban, sehingga Boy harus bekerja menjadi tulang keluarga bagi keluarga kecilnya dan orang tuannya.

Diketahui korban bekerja sebagai buruh bangunan dan pengemudi ojek. Tidak hanya itu tanggung jawab Boy, juga harus membiayai pengobatan sang ayah Azzumar (70) yang saat ini menderita sakit tifus.

“Kami meminta kepada pihak berwajib untuk menghukum pelaku sesuai perbuatannya,” tuturnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, korban menemui ajal setelah ditikam oleh temannya sendiri bernama David (20), warga Jalan Faqih Usman, Lorong Jayalaksana, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Minggu (26/7/2020), sekitar pukul 01.20 WIB.

Boy Sandi mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju RSU BARI Palembang, setelah perut dan punggung korban koyak setelah ditikam pelaku dengan senjata tajam jenis rencong.

Kapolsek SU I, Kompol Ferizon melalui Kanit Kanit Reskrim Polsek SU I, Iptu Irwan Siddik mengatakan, peristiwa berdarah terjadi di dekat kediaman korban di Lorong Jayalaksana.

Irwan Siddik mengatakan, kasus pembunuhan ini bermula pelaku meminta uang kepada korban. Namun saat itu korban menolak lantaran tidak memiliki uang.

Dari keterangan pelaku, penolakan korban dengan cara kasar. Terlebih temannya itu melakukan pemukulan terhadap pelaku.

“Dari keterangan pelaku korban tak senang dan memukulnya. Merasa nyawa  pelaku terancam, tersangka mengeluarkan pisau jenis rencong dan menusuk korban,” ujar Iptu Irwan Siddik.

Melihat korban jatuh bersimbah darah, pelaku langsung kabur. Sementara itu korban sempat dibantu oleh warga sekitar yang melihat dan dilarikan ke RSU BARI Palembang. Namun, nahas nyawa korban tak tertolong lagi.

Mendapat adanya peristiwa pembunuhan ini, jajaran Reskrim Polsek Seberang Ulu I berhasil menangkap David di kediamannya yang berada di Jalan Faqih Usman Lorong Jayalaksana, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1, Palembang, dinihari tadi, pukul 03.00 WIB. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.