Laporan Haris Widodo
Palembang, Sumselupdate.com – Untuk pertama kali Komunitas Pecinta Bonsai di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyelenggarakan Festival Bonsai secara nasional.
Festival bongsai yang dipusatkan di halaman Opi Mall Banyuasin mulai 29 November sampai 5 Desember 2021, dijadikan ajang para pecinta bonsai di seluruh daerah di Indonesia memamerkan tanaman hias terbaiknya.
Setidaknya ada 700 bonsai dipertandingkan dengan lima kelas yakni kelas prospek, regional, madya, utama, dan kelas bintang.
Dari 700 bonsai yang dipertandingkan, bonsai milik warga Jakarta yakni jenis bonsai Sianci menjadi best in show.
“Sepakat tim juri memilih bonsai Sianci dilihat dari sejarahnya kurang lebih 50 tahun untuk bisa memiliki dimulai dari biji. Lewat programan dan bukan dari galian,” ujarnya Yayat Hidayat, salah seorang dewan juri Festival Bonsai Sriwijaya, Minggu (5/12/2021).
Ia menuturkan untuk mendapatkan bonsai yang baik diperlukan ketelatenan dan memahami seni di dalam bonsai itu sendiri.
“Keunggulan dari bonsai Sianci ini ialah dari gerak dasar yang sangat atraktif sekali, perpaduan garis yang kongkrit dan liukan serta pelintiran sangat diminati,” katanya.
Namun, dirinya berkata bukan berarti bonsai jenis lain tidak memilki liukan yang banyak. Hanya saja Sianci memilki nilai seni yang tinggi bila mampu mengetahuinya.
“Pemiliknya bonsai itu orang Jakarta, yang kita tanya memang bahannya juga didatangi langsung dari taiwan,” katanya.
Ia menambahkan dalam merawat Sianci ini juga diperlukan perawatan yang baik dan membutuhkan biaya yang tinggi.
Walaupun hanya dengan di sinar matahari, namun dibutuhkan pemberian pupuk dan mengganti medianya.
“Banyak orang yang mau memilikinya namun kata pemiliknya tidak dijual,” ujarnya.
Sementara itu, Jefri, warga Plaju yang juga pecinta bonsai mengaku wajar bila bonsai Sianci ini menjadi best in show.
“Luar biasa betul bentuknya dari posturnya. Dari liku-likunya permainannya ini dan bahan yang sulit dimiliki dari bonsai Sianci ini ya,” katanya.
Ia menuturkan sangat takjub dengan bonsai tersebut dikarena nilai seninya yang tinggi.
“Sungguh luar biasa ya? Takjub saya melihatnya. Apalagi bila ada buahnya,” tutur Jefri.
Dikatakannya, sebagai pecinta seni usai melihat bonsai tersebut, ia dapat lebih semangat lagi untuk mendalami dunia bonsai dan mengerti lebih jauh. (**)











