BNNK dan Dinkes Tes Urine Pejabat Muratara, Tiga Hasil Dianggap Mencurigakan

Selasa, 5 September 2017

Muratara, Sumselupdate.com – Sedikitmya 28 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara dites urine. Tes dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dinkes) bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Musirawas (Mura), Selasa (5/9/2017).

Bukan cuma ASN yang dites urine, Bupati Muratara H M Syarif Hidayat dan Sekda H Abdullah Makcik juga ikut dilakukan tes urine oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Mura.

Read More

Tes urine berlangsung di gedung Setda Muratara lantai II. Menurut pantauan, dari 28 urine ASN yang sudah dilakukan pengetesan, ada 3 urine yang mencurigakan. Diduga, ketiga urine itu terindikasi positif gunakan Narkoba.

Pasalnya, tiga urine tersebut dikemas berbeda dari urine-urine yang lainnya, serta disimpan di lokasi yang terpisah dari 25 urine lainnya. Adapun urine yang mencurigakan tersebut, yakni urine bernomor 016, 004 dan 018.

Setelah nomor urine dicocokkan dengan daftar absensi ASN yang telah dilakukan tes urine, ternyata tiga urine yakni 2 Kadis dan satu Kasi.

Kepala BNN Kabupaten Musi Rawas, Hendra Amoer mengungkapkan, tes urine tersebut merupakan permintaan dari Pemkab Muratara. Dalam rangka pembinaan sekaligus pencegahan narkoba di tubuh aparatur pemerintahan.

“Terkait tes urine ini kita diminta oleh Pemkab Muratara. Ini dalam rangka pencegahan sekaligus pembinaan. Kita mengapresiasi atas komitmen Pemda untuk memberantas Narkoba di Kabupaten Muratara,” ungkapnya.

Terkait hasil tes urine ASN yang positif narkoba, Hendra Amoer mengatakan, pihaknya tidak mengambil tindakan apapun. Melainkan akan diserahkan sepenuhnya kepada Pemda Muratara untuk dilakukan penindakan lebih lanjut.

“Untuk yang positif kita kembalikan kepada Pemda, karena Pemda yang minta. Apakah direhab ataukah ada tindakan lain. Kalau kita menyarankan, sebaiknya direhabilitasi, karena ini sifatnya pembinaan bukan penindakan,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan, dr Mahendra mengatakan, terkait hasil tes urine ini akan diserahkan kepada tim yang telah diberikan amanah oleh Bupati. “Yang jelas hasilnya akan dirapatkan oleh tim untuk ditindaklanjuti,” ucapnya.

Menurutnya, tes urine ini akan dilakukan secara bertahap. “Nanti kami akan keliling hingga ke seluruh SKPD bahkan sampai ke Kecamatan,” pungkasnya.

Terpisah Bupati Muratara HM Syarif Hidayat menjelaskan bahwa kegiatan tes urine merupakan komitmen pemerintah Kabupaten Muratara bebas dari Narkoba, sesuai dengan Visi dan Misi. Namun sekarang untuk pejabat eselon II dan nanti berlanjut untuk seluruhnya baik Pegawai Negeri Sipil (PNS)‎ maupun Tenaga Kerja Sukarela (TKS).

“Bagi pejabat yang terindikasi positif menggunakan Narkoba akan diberikan sanksi dan diperintahkan untuk direhabilitasi. Kemudian bagi TKS jika nanti ada yang positif gunakan Narkoba akan dipecat,” tegasnya. (ain)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts