BKSDA Sebut Harimau yang Tewaskan 5 Orang di Sumsel Tak Hanya 1 Ekor

Senin, 30 Desember 2019
Ilustrasi

Palembang, Sumselupdate.com – Warga Muaraenim, Sumatera Selatan, Sulis (30) tewas setelah diterkam harimau sumatera. BKSDA menyebut tidak hanya satu ekor saja yang berkeliaran.

“Dari 7 kejadian yang ada, kami identifikasi itu tidak hanya satu ekor harimau. Namun ada yang lain dari 2 kantong berbeda,” ujar Kepala BKSDA Sumsel, Genman Hasibuan, Senin (30/12/2019) seperti dikutip dari detikcom.

Read More

Dikatakan Genman, hal ini berdasarkan data dan analisa antara waktu kejadian dan TKP kejadian. Di mana rentang waktu cukup jauh dan dipastikan berbeda jenisnya.

“Harimau di Pagaralam diduga berasal dari 2 kantong harimau, di kantong Bukit Dingin seluas 63 ribu hekatare yang membentang dari Lahat, Pagaralam dan Empat Lawang,” kata Genman.

Selanjutnya di kantong Jambul Patah Nanti seluas 282 ribu hektare yang membentang dari Lahat, Pagaralam sampai Muaraenim. Kedua kantong ini diketahui ada beberapa ekor harimau sumatera.

“Bisa saja untuk yang di Muaraenim dari kantong Jambul, tetapi itu masih dalam penelitian kita. Sudah ada 4 kemara trap dan box trap dipasang di daerah Muara Dua, Muaraenim sesuai laporan warga,” katanya.

Diakui Genman, sebelum terjadi serangan harimau dan menewaskan Sulis pada hari Jumat (27/12) kemarin, BKSDA mengaku sudah menerima laporan. Sebab itulah 14 orang tim turun ke lapangan.

Namun, saat pagi harinya tim gabungan dari BKSDA, Koramil, Polsek dan jajaran perangkat desa memasang alat. Malam harinya dikabarkan Sulis tewas diterkam harimau saat mandi.

“Kita tidak bisa tahu ke mana arah pergi harimau. Tetapi begitu ada laporan kita langsung turun, ada 14 orang kemarin di Muara Dua pasang alat dan memantau,” tegasnya.

Terkait serangan bertubi-tubi sejak bulan November lalu, BKSDA memgaku segera mengatasi persoalan itu. Salah satunya adalah upaya menangkap harimau dalam keadaan hidup untuk dikembalikan lagi ke habitatnya.

“Kita pasang box trap itu untuk menangkap dalam keadaan hidup. Kita bekerja sesuai SOP yang berlaku dan kita masih kaji untuk lokasi serangan terakhir,” tutupnya. (adm3/dtc)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts