Bimtek Kades se-Kabupaten Muaraenim Menuai Kritik Pedas, Kok Bisa?

Writer: - Sabtu, 14 Desember 2024
Salah satu kegiatan bimbingan teknis atau bimtek) yang diisi juga studi banding atau studi tiru sejumlah kades di Kabupaten Muaraenim ke Desa Penglipuran, Bali yang berlangsung selama empat hari mulai 12 hingga 16 Desember 2024.

Muaraenim, Sumselupdate.com – Bimbingan teknis (Bimtek) yang yang diisi juga studi banding atau studi tiru sejumlah kades di Kabupaten Muaraenim ke Desa Penglipuran, Bali menuai kritik pedas.

Di mana kegiatan yang berlangsung selama empat hari mulai 12 hingga 16 Desember 2024, dikritis aktivis karena menilai kegiatan ini lebih mirip liburan bersama keluarga daripada studi yang bermanfaat bagi pengembangan desa.

Read More

“Ini hanya wisata ke Bali, bukan kegiatan yang menguntungkan desa-desa kami,” kata salah satu pengguna media sosial di salah satu group WhatsApp Info Muaraenim.

Imam Suranto, salah satu aktivis Kabupaten Muaraenim menyatakan kekecewaannya.

“Mereka tidak membawa hasil yang signifikan. Tidak ada yang diterapkan di desa-desa mereka, kecuali kesenangan pribadi dengan menggunakan anggaran dana desa,” tuturnya kepada awak media, Sabtu (14/12/2024).

Bimbingan teknis (Bimtek) yang diisi juga studi banding atau studi tiru sejumlah kades di Kabupaten Muaraenim ke Desa Penglipuran, Bali yang berlangsung selama empat hari mulai 12 hingga 16 Desember 2024.

Berangkat dari itu, dia meminta aparat penegak hukum dapat melakukan audit terkait anggaran dari kegiatan tersebut.

“APH hendaknya mengaudit kegiatan ini dan memastikan kemanfaatan bagi masyarakat,” tegasnya.

Adapun para aktivis berharap agar ke depan, kegiatan semacam ini lebih bermanfaat bagi pengembangan desa dan tidak sekadar menjadi ajang wisata bagi pejabat desa.

“Masyarakat menuntut transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran desa dan kami berharap agar ke depan, kegiatan semacam ini lebih bermanfaat bagi pengembangan desa dan tidak sekadar menjadi ajang wisata bagi pejabat desa,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Muaraenim, Rahmat Noviar membenarkan kegiatan bimtek sekaligus study banding tersebut.

“Kegiatan ini dilakukan untuk mempelajari tata kelola pemerintahan desa yang baik,” terangnya singkat.

Terpisah, salah satu peserta bimtek, Solhudin selaku Kades Muara Gula Baru, Kecamatan Ujanmas mengungkapkan jika penggunaan dana desa (ADD) untuk kegiatan ini sebesar Rp 5,5 juta per kepala desa.

“Anggaran ini digunakan untuk kegiatan dinas, sementara anggota keluarga yang ikut menggunakan dana pribadi,” pungkasnya.

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts