Jakarta, Sumselupdate.com – Terkait kasus penyiraman air keras yang dialami Novel Baswedan, rencananya penyidik kepolisian akan berangkat ke Singapura untuk meminta keterangan yang bersangkutan, Senin (8/5).
“Besok akan ada tim yang berangkat ke Singapura untuk minta keterangan Novel,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, dikutip dari laman republika.co.id, Minggu (7/5/2017).
Setyo tidak mengatakan berapa jumlah tim yang akan berkunjung ke Singapura. Namun yang pasti kepergian tim untuk menindak lanjuti perkembangan kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK).
Selama ini lanjut dia, penyidik sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan barang bukti. Termasuk bukti cangkir yang ditemukan di sekitar lokasi diduga alat yang digunakan pelaku untuk menaruh air keras.
Selain bukti-bukti itu, penyidik juga sudah mengantungi beberapa keterangan para saksi. Memang kata dia, dalam penyelidikan ini keterangan para saksi belum mengarah pada satu pun orang yang diduga sebagai pelaku.
Setyo berharap, kehadiran penyidik di Singapura dalam rangka mendapatkan keterangan korban dapat membuat terang perkara tersebut. Sehingga misteri penyiraman air keras kepada penyidik kasus korupsi KTP eletronik tersebut segara terungkap. “Mohon maklum dalam penyelidikan ada faktor lucky juga,” kata dia.
Untuk diketahui, Novel mendapatkan siraman air keras di sekitar wajahnya dan mengenai mata kirinya. Penyiraman terjadi usai penyidik KPK itu menunaikan shalat Subuh di masjid di dekat tepat tinggalnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4) lalu.
Novel segera dilarikan ke rumah sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading untuk selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Eye Center, Menteng, Jakarta Pusat. Untuk penanganan lebih lanjut Novel kemudian dibawa ke Singapura dengan ditemani oleh petugas KPK pada (12/4). (pto)











