Besok Fenomena Gerhana Matahari Cincin, Waspada Alami Kebutaan, Kenapa?

Rabu, 25 Desember 2019
Ilustrasi Gerhana Matahari Cincin.

Jakarta, Sumselupdate.com – Gerhana matahari terakhir dalam tahun ini akan melanda Bumi. Meski tak mengesankan seperti gerhana matahari total pada 2017, fenomena alam pada Kamis, 26 Desember 2019  besok, disebut punya efek bahaya bagi mereka yang menyaksikannya.

Gerhana matahari yang terjadi sehari setelah Natal ini adalah gerhana matahari cincin. Fenomena ini terjadi karena Bulan baru, yang sedikit lebih jauh dari Bumi dan tampak lebih kecil di langit, akan menutupi 97 persen cakram Matahari saat berada dalam garis lurus atau sejajar.

Read More

Pada puncak gerhana, matahari akan terlihat seperti cincin, dengan durasi maksimal 3 menit dan 40 detik.

Menurut penulis buku “A Stargazing Program for Beginners: A Pocket Field Guide” Jamie Carter, gerhana matahari cincin ini adalah yang paling berbahaya. Maksudnya?

Bahaya yang dimaksud tak ada hubungannya dengan bencana alam. Namun, ia memperingatkan, siapapun yang ingin menyaksikannya wajib menggunakan kacamata khusus gerhana matahari untuk menghindari ancaman kebutaan.

“Itu menjadikannya gerhana matahari paling berbahaya tahun 2019,” ungkap Jamie dalam artikelnya di Forbes.

Ia menjelaskan, ketika gerhana matahari total pada Juli 2017, ada momentum di mana manusia bisa menyaksikannya dengan mata telanjang. Namun, tidak kali ini.

Pihak Lembaga Antariksa Amerika Serikat NASA juga mengeluarkan peringatan serupa. “Ini adalah jenis gerhana matahari parsial yang paling indah, tetapi juga yang paling berbahaya.”

“Semua pengamatan perlu memakai kacamata gerhana matahari setiap saat, dan upaya untuk memotretnya akan membutuhkan filter matahari khusus,” NASA menegaskan.

Terpisah, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin menyatakan, gerhana matahari cincin sesungguhnya bukan fenomena langka. Hanya saja, untuk kembali melintasi daerah yang sama memerlukan waktu lama.

“Tetapi di Indonesia sudah dan akan terjadi pada 22 Agustus 1998, 26 Januari 2009, 26 Desember 2019, dan nanti 21 Mei 2031,” kata Thomas kepada Liputan6.com, Senin (23/12/2019).

Menurutnya, gerhana matahari ini cenderung aman dilihat seperti halnya melihat matahari sehari-hari. Asalkan berhati-hati dan tidak memaksakan diri.

“Mata punya mekanisme refleks terpejam kalau terlalu silau. Untuk bisa melihat matahari secara aman dan nyaman, gunakanlah kacamata matahari,” ujar dia.

Gerhana matahari, sambungnya, tidak berdampak signifikan pada Bumi. Karena gerhana hanyalah kondisi Bulan baru yang khusus. “Efek kegelapan juga tidak lama dan tidak ada dampak pada manusia.”

Meski begitu, efek pasang maksimum yang sedikit bertambah hanya perlu diwaspadai, “tidak perlu dikhawatirkan karena setiap awal bulan juga terjadi.”

Thomas pun mengimbau masyarakat untuk menyaksikan gerhana matahari secara aman. “Bagi Muslim, sertai juga dengan shalat gerhana untuk menyempurnakan tafakur atas fenomena alam ini,” ujar Thomas.

Ilustrasi Gerhana Matahari Cincin.

 

Adapun wilayah yang terlewati jalur gerhana matahari cincin antara lain Indonesia, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, India, Sri Langka, Samudra India, Singapura, Malaysia, dan Samudera Pasifik.

Gerhana matahari sebagian juga diamati sedikit di Afrika bagian timur, seluruh wilayah Asia, Samudra India, Australia bagian utara, dan samudera pasifik.

Di Indonesia, gerhana matahari dapat teramati dari Jawa Timur, namun berupa gerhana matahari sebagian dengan magnitude terentang antara 07,52 di Tuban hingga 0,702 di Banyuwangi, Jawa Timur.

BMKG menyebutkan gerhana di Jawa Timur akan dimulai pada pukul 11.03 WIB, puncak gerhana terjadi pada pukul 12.54 WIB, dan gerhana akan berakhir pada pukul 14.33 WIB. Durasi gerhana yang teramati di Jawa Timur rata-rata adalah 3 jam 29 menit.

Gerhana matahari cincin terjadi ketika matahari, bulan dan bumi tepat segaris. Pada saat itu piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil daripada piringan matahari. Akibatnya, saat puncak gerhana, matahari akan tampak seperti cincin yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya.

Sementara itu, gerhana matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bulan sehingga tidak semuanya sampai ke bumi. Fenomena yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan matahari, bumi, dan bulan ini terjadi pada saat fase bulan baru.

Gerhana matahari cincin diprediksi akan dimulai di Indonesia pada pukul 12.15 WIB dan memasuki fase puncak pada 12.17 WIB. Gerhana matahari cincin di Indonesia diprediksi berakhir pada 12.19 WIB.

Namun, fenomena ini tidak akan terlihat di semua wilayah Indonesia. Menurut LAPAN, Kabupaten Siak, Riau, akan jadi lokasi paling ideal menyaksikan fenomena ini.

Gerhana matahari cincin terjadi saat bulan berada segaris dengan Bumi dan Matahari, serta bulan berada pada titik terjauh dengan Bumi.

Hal ini membuat piringan bulan menjadi lebih kecil daripada Matahari dan tidak menutupan piringan Matahari sepenuhnya.

LAPAN menyebut, masyarakat Indonesia bisa mengamati momen gerhana matahari cincin yang berbentuk lingkaran menyerupai cincin di berbagai wilayah tertentu.

Misalnya, gerhana matahari cincin bisa diamati di Padang Sidempuan, Sibolga, Kabupaten Siak, Kepulauan Riau, dan sebagian Kalimantan Barat bagian utara, yakni di Kabupaten Singkawang.

Di Indonesia sendiri, gerhana matahari sebagian bisa terlihat dari seluruh wilayah, namun tergantung dari lokasi pengamatannya.

Jika diamati dari daerah Sumatera Selatan, gerhana matahari sebagian mencapai 80 persen. Sementara di Pulau Jawa mencapai 70-80 persen.

Wilayah lain Indonesia dapat melihat gerhana sebagian dengan porsi tertutupnya Matahari hingga paling sedikit 20 persen di wilayah selatan Papua.

Wilayah Bandung misalnya, bulan akan menutup 70 persen permukaan Matahari saat fenomena gerhana matahari sebagian terjadi.

Sementara itu, di wilayah Jakarta, bulan akan menutupi sekitar 72 persen permukaan Matahari.

LAPAN menyebut, makin mendekati jalur pusat gerhana, porsi tertutupnya Matahari oleh bulan akan semakin besar. (hyd)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts