Sekayu, Sumselupdate.com –Plt Bupati Musi Banyuasin (Muba) Beni Hernedi menginstruksikan sekolah jangan dijadikan tempat kegiatan politik.
Instruksi itu dikemukakan Beni saat melantik 81 kepala Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan alih status guru honorer kategori I dan II dari Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di wilayah Kecamatan Sekayu dan Lais, Selasa (26/4).
Acara pelantikan yang dipusatkan di halaman SDN Eka Bhakti Desa Lais Kecamatan Lais, disaksikan sejumlah pejabat di antaranya Sekda Muba Drs H Sohan Majid, MM, Kadisdikbud HM Yusuf Amilin, Kepala BKD dan Diklat Rusydan, SH, MHum, dan Camat Lais H Irwan Sazili, SSos, MSi.
“Saya instruksikan jangan jadikan sekolah untuk tempat kegiatan berpolitik atau berkampanye, tetaplah bekerja sebaik-baiknya, taati aturan karena Pemkab Muba telah berkomitmen menciptakan pemerintahan yang bersih, jujur dan disiplin,” ujarnya.
Beni mengatakan, larangan berkampanye di sekolah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012, Peraturan KPU RI Nomor 1 Tahun 2013 sebagaimana diubah dan ditambah dalam Peraturan KPU RI Nomor 15 Tahun 2013.
Dalam kesempatan tersebut, Beni juga menegaskan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) guru sertifikasi bukan dihapuskan tetapi penundaan, karena kondisi keuangan daerah belum stabil. Oleh karena itu, Ia meminta para guru sertifikasi untuk bersabar.
“Saya sudah memperjuangkannya bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) beserta Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) di Kementerian Keuangan di mana dana tersebut sudah dianggarkan pada APBN-P 2016. Apabila dana transfer triwulan IV tahun 2015 dari Pusat masuk ke kas daerah maka TTP guru akan dibayarkan dan saat ini saya sedang memikirkan kesejahteraan guru honor juga,” tambahnya. (est)











