Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh..
Alhamdulillahirobbil’alamin saya ucapkan puji syukur kehadirat Allah subhanahuwata’ala yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk terus menulis dan menebarkan ilmu untuk para pembaca yang budiman serta beriman. Aamiin..
Saya sangat bersyukur kepada Allah atas kemudahan yang diberikan sehingga saya dapat menyelesaikan karya tulis ini.
Tak lupa saya haturkan kepada tauladan saya baginda nabi besar Muhammad SAW. Yang telah menyebarkan dakwah Islam sampai kepada ummat pada saat ini.
Saya sadar di dalam penulisan ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu sangat dibutuhkan kritik dan saran para pembaca.
———————————————————————————————————————————–
DIAWALI dengan rasa kepenasaran saya mengenai zaman teknologi sekarang, ternyata tidak bisa dipungkiri sudah ditegaskan oleh Rasululloh berpuluh-puluh tahun yang lalu, bahwa akan ada zaman di mana semua orang akan merasakannya.
Di sini saya akan membagikan ilmu, di mana berawal dari sebuah buku yang saya baca, seketika saya langsung tertarik. Lalu, saya ikuti alurnya. Saya menelusuri kalimat per kalimat, saya teliti dan kaji hadist-hadistnya.
Kemudian saya lakukan analisa. Setelah semuanya saya dapatkan barulah saya tuangkan dalam sebuah karya tulis ini dalam kaca mata Islam dan segi perspektif kutipan yang saya dapat yaitu buku ‘Ensiklopedia Akhir Zaman’ karya DR Muhammad Ahmad Al-Mubayyadh dengan kata pengantar Abu Fatiah Al-Adnani seorang penulis best seller Akhir Zaman.
Namun, di sini saya akan merangkum dengan bahasa yang saya suguhkan sendiri. Sehingga memudahkan para pembaca dalam memahaminya.
Saya akan mengkaji tentang hadist penemuan kendaraan bermotor (mobil). Ketika berada di zaman yang modern, zaman yang serba canggih, zaman yang memiliki nuansa tersendiri yang saat ini sedang kita rasakan dengan berbagai aspek teknologi canggih yang ada.
Di mana terkadang sesekali membuat kita mudah dalam menjalankan aktivitas bahkan sangat–sangat berpengaruh dalam aspek kehidupan sehari-hari. yang salah satunya adalah teknologi modern seperti handphone, mobil, sepeda motor, dan alat-alat canggih lainnya yang kadang dapat membantu mempermudah pekerjaan manusia.
Mungkin di pembahasan kali ini saya akan membahas mengenai teknologi berkendara yang selama ini kita gunakan dalam akses antar jemput, antar barang, dan antar pesanan kadang menjadi akses cari penumpang dan juga profesi sebagai sopir banyak dicari.
Berikut makna redaksi hadist yang mampu saya paparkan:
“Akan datang pada saatnya nanti kendaraan–kendaraan milik setan dan rumah-rumah milik setan. Adapun kendaraan–kendaraan milik setan, maka aku telah melihatnya, yaitu salah seorang di antara kalian akan keluar dengan membawa unta-unta yang dikendalikan (tanpa penumpang) dengan barang-barang yang sarat di punggungnya, sehingga unta-unta yang penuh dengan muatan tersebut tidak mau berhenti ketika ada saudaranya yang menghentikan perjalanannya untuk sekadar mendapatkan tumpangan. Sementara rumah-rumah setan aku belum pernah melihatnya.(Kemudian Sa’id berkata, “Aku belum pernah diperlihatkan rumah-rumah itu, melainkan keranjang-keranjang sekedup unta yang banyak ditutupi oleh kain-kain sutera.”(HR Abu Dawud, Al-jihad, hadist no.2551. ((‘Aun Al-Ma’bud(7/236)).Mengenai hadist ini, Al-Adawi berkata,”Hadist ini Shohih.”(Shohih Al-Musnad (405).
Penjelasan:
Hadist ini menjelaskan dua peristiwa yang terjadi pada ummat Islam: Pertama, munculnya kendaraan milik setan dan Kedua, kendaraan rumah-rumah milik setan.
Penjelasan mengenai kendaraan milik setan dikabarkan dalam hadist tersebut dengan unta-unta yang dpersiapkan untuk bermewah-mewahan serta membangga-banggakan diri, bukannya untuk kepentingan yang dibenarkan agama.
Kemudian Rasululloh SAW menjelaskan dari sisi persamaan kendaraan-kendaraan ini dengan kendaraan milik setan.
Sedangkan mengenai rumah-rumah milik setan, Nabi Muhammad SAW mengabarkan bahwa beliau belum pernah melihatnya.
Maksudnya pada masa beliau, tidak pernah ada sekalipun terlihat benda seperti itu, bahkan benda–benda yang dikabarkan tidak pernah terlihat para sahabat sekalipun. Namun dapat dipastikan benda ini akan ada pada ummat setelahnya.
Hadist tersebut juga menjelaskan bahwa yang dimaksudkan dengan rumah milik setan ini mungkin saja seperti kendaraan yang menyerupai rumah, yang ketika berjalan bersama pemiliknya melewati saudaranya yang tidak memperoleh kendaraan tetapi tidak mau ditumpangi.
Penelitian ini bisa dikatakan benar karena pada masa sekarang ini sarana transportasi modern seperti truk-truk kontainer, caravan, mobil-mobil mewah yang berfasilitas Limited Edition membuktikan keberadaan rumah-rumah setan sebagaimana yang disabdakan Rasululloh SAW beberapa abad silam.
Sebagian besar banyak menuai kontroversi yang berbeda: Rumah-rumah besar itu bukanlah mobil-mobil melainkan rumah-rumah kosong yang tak berpenghuni yang terkadang hanya dipakai untuk acara-acara tertentu untuk menaikkan gengsi para pemiliknya.
Namun, jika dikaji lebih dalam maka hadist itu akan mengindikasikan satu makna pembahasan yaitu tentang sarana kendaraan atau transportasi .Hal ini sangat jelas dalam redaksi sabda beliau ‘Kendaraan milik setan’. Maka dari itu sangat pas juga jika yang dimaksud dengan ‘Rumah-rumah’ adalah sarana transportasi.
Perlu ditegaskan kembali bahwa dalam redaksi hadist tersebut Rasululloh SAW kesulitan untuk menyebutkan dan menggambarkan benda tersebut.
Jikalau memang yang dimaksud adalah ‘Rumah’ Rasululloh SAW pasti akan menjelaskan secara terperinci.
Pembaca yang budiman, saya bukan menolak atau memojokkan teknologi yang ada pada masa ini. Namun, kita perlu memperhatikan bagaimana cara memanfaatkan alat-alat modern dengan baik.
Misalkan ketika kita memiliki mobil, tetangga kita sedang sakit dan sangat-sangat membutuhkannya untuk akses pergi ke rumah sakit.
Jika tidak ada itu maka orang tersebut diperkirakan akan mati karena harus cepat-cepat ditangani oleh dokter.
Inilah salah satu keadaan yang disebutkan pada hadist di atas sebelumnya. Namun, jika pemanfaatan sarana transportasi bertolak belakang dengan yang ada dalam redaksi hadist di atas maka tidak ada masalah memilikinya ataupun menjalaninya bahkan berpahala karena digunakan untuk kebaikan dan membantu orang lain.
Walau terkadang juga di zaman sekarang ini banyaknya modus–modus para aktivis dusta yang menjalankan aksi jahatnya. Maka dari itu, kita harus berhati-hati dalam menghadapi keadaan zaman sekarang.
Untuk itu, kita sebagai ummat nabi Muhammad SAW harus mengetahui berbagai tanda-tanda hari kiamat baik itu pertanda kecil atau pun pertanda besar baik itu dinyatakan secara jelas atau tidak. Karena sudah banyaknya yang terjadi pada masa searang ini.
Demikian penjelasan hadist yang dapat saya paparkan, semoga dapat menambah wawasan kita tentang akhir zaman dan semoga bisa menjadikan ini sebagai amal jariyah bagi kita semua.. Aamin amin ya robbal ‘alamin. (**)
Penulis: Sirrin Ummi Muthi’ah
Mahasiswi Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang.











