BEM se-Indonesia Serukan Aksi 4 November

Kamis, 3 November 2016
Aksi BEM SI di Jakarta, 10 September 2015

Jakarta, Sumselupdate.com – Beredarnya surat Kemenristekdikti ke publik yang mengintervensi civitas akademika perguruan tinggi untuk tidak ikut demo pada 4 November 2016 dinilai oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menciderai prinsip demokrasi yang diatur dalam konstitusi Negara. Sebaliknya, BEM SI justru mendesak surat edaran tersebut dicabut dan menyerukan mahasiswa di seluruh Indonesia untuk terlibat dalam aksi demonstrasi.

Lebih lanjut, Bagus menyerukan agar Presiden bersikap bijak dan tegas terhadap pelaku yang merusak prinsip kebhinnekaan, nasionalisme, dan stabilitas sosial.

Read More

“Presiden seharusnya bersikap bijak dan tegas, bukan justru menunjukkan sikap keberpihakan terhadap pelaku yang merusak prinsip kebhinnekaan, nasionalisme, dan stabilitas sosial,” ungkap Koordinator Pusat BEM SI Bagus Tito Wibisono dalam siaran persnya, Kamis (3/11).

Untuk itu, ditegaskan Bagus, Aliansi BEM SI menyatakan sikap sebagai berikut.

Pertama, mengecam tindakan Basuki Tjahja Purnama (Ahok) yang mengkebiri ke-bhineka-an dan semangat nasionalisme karena telah menistakan Agama Islam sebagai salah satu agama yang diakui konstitusi.

Kedua, menuntut presiden dan aparat penegak hukum bersikap tegas dan segera menjatuhkan hukuman yang adil sesuai konstitusi guna mengembalikan stabilitas negara.

Ketiga, mengimbau kepada seluruh civitas akademika perguruan tinggi, khususnya mahasiswa di seluruh Indonesia untuk terlibat dalam aksi demonstrasi yang dijamin oleh konstitusi.

Keempat, mengutuk segala bentuk pembungkaman pergerakan mahasiswa dan pelemahan kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum.

“Kelima, mendesak Kemenristekdikti untuk mencabut surat edaran Dirjen Belmawa Nomor 350/B/SE/2016 tentang himbauan terkait unjuk rasa 4 November 2016 karena menciderai gerakan mahasiswa yang independen dengan berdasarkan gerakan moral intelektual”, lanjut pernyataan itu.

“Bila kita adalah gerakan, maka diam berarti mati,” tegas Bagus menutup pernyataannya. (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts