Belum Ada Kata Sepakat, Tiga Parpol Ini Ngotot Inginkan Kadernya Jadi Wabup Muaraenim

Ketua DPD Partai Hanura Sumsel, Achmad Al Azhar.

Palembang, Sumselupdate.com – Tiga partai politik (parpol) yakni Partai Hanura, PKB, dan Partai Demokrat hingga saat ini masih belum ada kata sepakat dalam pengusungan Wakil Bupati (Wabup) Muaraenim.

Padahal sesuai aturan, 18 bulan sebelum dilaksanakannya pilkada kembali, posisi kepala daerah atau wakilnya tidak boleh diisi.

Bacaan Lainnya

Sebagai satu dari tiga partai pengusung Ahmad Yani- Juarsah di Pilkada Muaraenim 2018 lalu, Partai Hanura mengaku memiliki hak yang sama bersama partai Demokrat dan PKB untuk mengusung bakal calom Wabup Muaraenim.

Ketua DPD Partai Hanura Sumsel Achmad Al Azhar mengatakan, partainya sejak awal telah mengusulkan nama Rinaldo yang saat ini menjabat sebagai kepala dinas di Kabupaten Muaraenim, dan pihaknya hingga saat ini belum ada perubahan.

“Yang jelas sekarang masih terkendala belum sepakat tiga parpol pengusung, dan kami sendiri mencermati perkembangan bagian koalisi dan di luar, yang pasti hingga saat ini kami bertiga belum sepakat,” kata Azhar, Kamis (10/6/2021).

Menurut Azhar, meski masih alot namun dirinya optimis nantinya pemilihan wakil Bupati Muaraenim masih bisa dilakukan, sebelum batas akhir.

“Kita terus jalin komunikasi dan berharap nantinya ada kesepakatan bersama, untuk mengusulkan dua nama yang disepakati tiga parpol pengusung,” katanya.

Senada dikatakan Ketua DPW PKB Sumsel Ramlan Holdan, jika pihaknya telah mengeluarkan nama yang akan diusulkan untuk maju sebagai calon Wabup Muaraenim.

Meski begitu mantan anggota DPRD Sumsel ini belum berani menyampaikan nama yang telah direkomendasikan DPP tersebut, hingga ada kesepakatan bersama antara partai pengusung.

“Kita terus jalin komunikasi dengan Demokrat dan PKB, mudah-mudahan nanti ada kesepakatan bersama, sehingga proses pengusulan nama ke DPRD untuk dipilih DPRD bisa segera terlaksana,” ujarnya.

Ketua DPD partai Demokrat Sumsel Ishak Mekki memastikan partainya terbuka untuk melakukan komunikasi dengan dua parpol yang lain, agar pemilihan Wabup Muaraenim bisa terlaksana dan bisa menjadikan kader Demokrat kembali memimpin Muaraenim.

Untuk diketahui, saat ini kepala daerah Muaraenim dijabat oleh Nasrun Umar sebagai Penjabat Bupati, setelah sang Bupati Juarsah ditahan KPK menyusul Bupati sebelumnya Ahmad Yani yang telah divonis hakim atas kasus korupsi.

Sedangkan posisi Wabup tidak ada, setelah Juarsah yang sebelumnya Wabup naik jadi Bupati. (bum)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.