PALI, Sumselupdate.com – Orangtua mana yang tak khawatir apabila melihat anaknya yang hendak pergi ke sekolah dengan menaiki atap mobil pick up.
Di Kabupaten PALI kondisi itu masih terjadi, akibat minimnya sarana angkutan khusus pelajar membuat masyarakat terpaksa menggunakan mobil bak terbuka untuk mengantar anak bersekolah.
Seperti terlihat di SMP Negeri 4 Talang Ubi yang berada di Desa Karta Dewa, Kecamatan Talang Ubi. Setiap hari, ratusan pelajar dari beberapa desa sekitar harus berangkat dan pulang menggunakan mobil pick up yang sudah di modifikasi pemiliknya.
Bahkan tak sedikit pelajar naik ke atap mobil dan ada juga yang bergelayutan di bamper mobil angkutan tersebut. Tentunya keadaan seperti ini sangat berbahaya dan mengancam keselamatan pelajar. “Sudah biasa, karena inilah angkutan kami untuk ke sekolah,” ujar Linggan, salah satu pelajar asal Dusun Kampai, Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi.
Sementara itu, Mustadi, guru SMP Negeri 4 Talang Ubi mengaku setiap harinya merasa khawatir melihat keadaan seperti itu, ia meminta pemerintah membantu menyediakan angkutan untuk anak sekolah. “Kami sering tegur anak-anak karena sangat berbahaya, tapi masih banyak yang membandel dan memang di sini masih kurang angkutan. Kami harap pemerintah bisa membantu permasalahan ini,” pintanya.
Sementara itu, sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Agen Eleidi ketika dihubungi mengaku pihaknya telah mengusulkan pengadaan bis sekolah kepada pemerintah pusat, karena kalau pengadaan dari APBD Pemda PALI tidak memungkinkan.
“Kami pikir kan itu sejak lama, karena memang di wilayah kita minim angkutan, terutama khusus anak sekolah. Dan kami telah usulkan pengadaan bus sekolah ke pemerintah pusat, doakan saja, usulan itu bisa dipenuhi,” katanya.
Agen menambahkan bahwa pihaknya bakal meluncurkan bus perintis untuk angkutan desa dalam waktu dekat ini. Diharapkan, bisa membantu permasalahan minimnya angkutan umum di Kabupaten PALI.
“Pelajar bisa juga menggunakan bus perintis ini, bila sudah diluncurkan. Sementara ini sudah dua trayek disetujui, yakni Benakat-Pendopo dan Talang Akar-Pendopo. Mudah-mudahan permasalahan kurangnya angkutan khusus pelajar bisa terbantu,” harapnya. (adj)











