BBM Mengalami Penyesuaian, Harga Sembako di Muaraenim Masih Stabil

Seorang pedagang di Pasar Inpres Muaraenim menyebutkan belum ada kenaikan harga sembako pasca-penyesuaian harga BBM dari pemerintah, Minggu (4/9/2022).

Laporan: Endang Saputra

Muaraenim, Sumselupdate.com – Harga bahan bakar minyak (BBM) resmi mengalami kenaikan 20 persen pada Sabtu (3/9/2022) tepat pukul 14.30 WIB.

Read More

Pasca-kenaikan tersebut menyebabkan kepanikan di tengah masyarakat terutama kaum ibu-ibu.

Pantauan di Pasar Inpres Muaraenim, Minggu (4/9/2022)  tidak banyak pergerakan harga bahan pokok (sembako) dan masih dalam harga normal.

Farizi (60), pedagang sayur di los Pasar Inpres Muaraenim mengungkapkan jika harga sayuran dan sejumlah bumbu dapur belum mengalami kebaikan pasca-penyesuaian harga BBM terbaru.

“Cabe emang sudah naik sebelum BBM naik di mana harga sebelumnya Rp65 ribu per kilogram naik menjadi Rp85 ribu per kilogramnya. Sementara bahan pokok lainnya dan sayuran justru mengalami penurunan harga seperti bawang merah dan bawang putih turun dari Rp65 ribu per kilogram menjadi Rp30 ribu per kilogram,” kata Farizi.

Senada dikatakan Darwan (54), pedagang manisan atau bahan pokok. Menurut dia, belum ada kenaikan harga barang di pasaran pasca-harga BBM diumumkan pemerintah naik.

“Kalau beras masih kisaran harga Rp10 ribu-Rp12 ribu per kilogramnya, gula pasir, minyak goreng, dan bahan pokok lainnya juga masih harga lama. Kecuali telur ayam yang harganya mencapai Rp30 ribuan. Namun, kenaikan ini tidak ada hubungannya dengan naiknya harga BBM. Karena kenaikan harga harga telur sudah mencapai Rp30 ribu per kilogram sebelum naiknya harga BBM,” terangnya.

Sedangkan, Latif (43), pedagang ayam di Muaraenim juga mengatakan hal sama. Dikatakannya, belum ada kenaikan harga di pasaran dan ia berharap hal itu jangan sampai terjadi.

“Harga ayam potong maupun ayam merah masih normal kalau ayam putih yang sudah dibersihkan tanpa bulu per kilogramnya masih di angka Rp23 ribu per kilogram. Kalau timbang bersih tanpa kepala, sayap, dan kaki masih Rp30 ribu per kilogram, dan ayam merah diharga 65 perekor. Maka itu, kita berharap kenaikan bahan pokok ini jangan sampai terjadi karena antara penghasilan dan pemasukan tidak seimbang,” pungkasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.