PALI, Sumselupdate.com — Hari raya Idul Fitri 1443 H telah berlalu, tentunya menyisakan cerita bagi seluruh kaum muslim yang merayakan hari lebaran, baik itu hanya bersilaturahmi di sekitar kediamannya ataupun melakukan mudik ke sejumlah wilayah.
Pada saat momen mudik yang telah dibolehkan pemerintah, pada jalur alternatif yang melalui kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), cukup ramai jelang lebaran dan saat arus balik.
Tentu saja, dengan ramainya pemudik melalui jalur tersebut terdampak pada hidupnya perekonomian warga sekitar, karena banyak pemudik singgah untuk beristirahat dan mencari tempat makan di jalur yang dilintasinya.
Namun dibalik itu, ada sejumlah cerita dari warga PALI yang mengaku kerap menemukan pemudik yang nyasar karena pada jalur dari kota Pendopo hingga perbatasan kabupaten Musi Rawas banyak perempatan atau persimpangan sehingga membingungkan pemudik.
Seperti diutarakan Eko, warga Desa Semangus, kecamatan Talang Ubi, yang mengaku dua kali dipinta pemudik untuk menjadi petunjuk jalan menuju kabupaten Musi Rawas, hingga Kota Lubuklinggau.
“Pemudik kebingungan lantaran kurangnya rambu-rambu petunjuk jalan. Ada yang meminta saya untuk mengantarkan pemudik ke arah Musi Rawas hingga Linggau karena pemudik sudah nyasar jauh,” ceritanya, Rabu (11/5/2022).
Sama diutarakan Peri, warga asal Talang Ubi ini menyaksikan adanya kecelakaan terhadap pemudik yang masuk jurang di wilayah Desa Sungai Baung saat arus balik.
“Permasalahannya kurangnya rambu-rambu lalulintas pada jalur tikungan ataupun tanjakan sehingga pemudik yang tidak paham medan terjebak dan masuk jurang. Beruntung tidak ada korban jiwa saat kejadian belum lama ini. Meski pun tidak ada korban, tetapi mobil pemudik rusak parah,” katanya.
Menyikapi permasalahan kurangnya rambu lalulintas, Husni Thamrin anggota DPRD kabupaten PALI, meminta instansi terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan kabupaten PALI, untuk menambah rambu penunjuk arah dan rambu-rambu lalulintas lainnya.
“Informasi adanya mobil pemudik yang terperosok disimpang Selo Desa Sungai Baung, ini jadi perhatian Dinas Perhubungan PALI agar diperbanyak rambu-rambu dan arah penunjuk jalan. Juga diusahakan tiap simpangan di area Benakat Minyak ke Lubuk Linggau, dan kalau pun bisa di Simpang Medu di buat pos jaga dan mobil toilet, sebagai sarana informasi dan bisa dijadikan tempat istirahat sejenak untuk ke toilet,” saran anggota dewan dari Partai Hanura itu.
Karena semakin banyak pemudik yang lewat PALI ditambahkan Husni Thamrin pasti ada perputaran ekonomi di sepanjang jalan yang dilalui pemudik.
“Telah dibangunnya jalan lintas PALI-Lubuk Linggau dengan cor beton, mudah-mudahan tahun depan pemudik yang lewat kabupaten PALI tujuan Bengkulu, Padang, Medan, Aceh dan wilayah lainnya akan tambah banyak yang
Insyah Allah bisa menambah perekonomian masyarakat yang dilewati kendaraan arus mudik dan arus balik,” harapnya.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Perhubungan kabupaten PALI, Slamet Suhartopo menyebut bahwa pihaknya jauh-jauh hari menjelang arus mudik lebaran telah memasang rambu-rambu penunjuk arah di setiap persimpangan.
“Kalau ini wilayah PALI, kita sudah pasang di seluruh persimpangan. Namun untuk wilayah luar PALI kita akan koordinasi dengan Dishub provinsi agar ditambah lagi rambu-rambu jalan. Hanya saja, rambu yang kami pasang memang sederhana karena kami sering pasang rambu jalan dari besi tetapi sering hilang,” terangnya. (adj)











