Laporan: Novrico Saputra
Pagaralam, Sumselupdate.com – Liburan merupakan waktu yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang, liburan memang tidak mengenal waktu.
Terkadang orang memanfaatkan hari liburnya, ada juga yang rela mengambil cuti singkat untuk berekreasi, berwisata maupun melakukan hobi yang disenangi.
Nah, salah satu destinasi wisata yang ada di Indonesia, khususnya di Provinsi Sumatera Selatan mungkin sebagian dari kita tahu jawabannya. Ya benar, Kota Pagaralam.
Kota Seribu Air Terjun sepertinya pantas disematkan untuk Kota Pagaralam, Sumsel.
Pasalnya hampir setiap tahun selalu ada saja penemuan air terjun baru di kota yang berada di kaki Gunung Dempo ini.
Pagaralam merupakan salah satu kota yang terdapat di Provinsi Sumsel. Kota ini berjarak sekitar 298 kilometer dari Kota Palembang dan juga berjarak sekitar 60 kilometer di sebelah barat daya Kabupaten Lahat.
Sebelumnya, Kota Pagaralam termasuk bagian dalam lingkungan Kabupaten Lahat.
Kota ini memiliki luas sekitar 633,66 kilometer dengan jumlah penduduk 147.537 jiwa (2021) dan memiliki kepadatan penduduk sekitar 233 jiwa/km
Sebelumnya sempat viral air terjun napal kuning yang berada di Desa Tebat Lereh, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam.
Bahkan air terjun indah itu membawa Desa Tebat Lereh masuk dalam 50 besar nominasi Desa Wisata se- Indonesia.
Namun yang tidak kalah indah air terjun yang baru saja dibuka menjadi objek wisata baru yaitu Air Terjun Penumpahan yang berada di Desa Dempo Rejo tepatnya berada di belakang pabrik teh Gunung Dempo.
Air terjun ini baru saja dibuka sejak enam bulan terakhir ini oleh pengelolahnya bekerja sama dengan karang taruna Dempo Rejo.
Penampakan air terjun penumpahan yang berada di Desa Dempo Rejo, Pagaralam tepatnya berada di belakang pabrik teh Gunung Dempo.
Sebelumnya air terjun yang hampir mirip dengan Curup Maung yang sempat tidak disentuh selama enam tahun sejak ditemukan.
Pengelola objek wisata Air Terjun Penumpahan Dian mengatakan, jika mereka sudah menemukan keberadaan air terjun ini sejak enam tahun lalu saat sedang mencari tanaman anggrek.
“Kami menemukan air terjun ini enam tahun lalu secara tidak sengaja saat mencari tanaman anggrek. Saat kami temukan air terjunnya tidak terlalu terlihat karena tertutup semak belukar,” ujarnya.
Namun enam bulan terakhir ini dirinya dibantu oleh Karang Taruna Dempo Rejo mulai membuka kawasan tersebut dengan gotong royong saat dibuka ternyata air terjunnya terlihat indah.
“Saat semak belukar kami buka ternyata air terjunnya indah sekali Pak. Melihat air terjunnya tidak seperti air terjun lainnya yang ada di Pagaralam dan airnya keluar dari dalam tanah bukan dari sungai akhirnya kami namakan Air Terjun Penumpahan karena seperti air tumpah,” jelasnya.
Saat ini akses jalan sudah mulai dibuka oleh pengelola, namun memang masih berbentuk darurat.
Untuk itu mereka berharap pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam dapat memberikan bantuan untuk pengembangan objek wisata tersebut.
“Ke depan kami akan membuat kawasan ini menjadi Camping Ground, saat ini kami sedang siapkan lokasi agar bisa menjadi tempat camping para wisatawan,” katanya. (**)











