Laporan Henny Primasari
Indralaya, Sumselupdate.com – Menanggapi banyaknya laporan terkait tidak aktifnya Kartu Indoneisa Sehat (KIS) BPJS Kesehatan yang di gunakan masyarakat yang menerimanya, Wakil Bupati Ogan Ilir H Ardani mengatakan hal tersebut disebabkan karena kartu keluarga (KK) penerima tidak online, tidak termasuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), dan penerima melakukan pindah alamat atau mutasi.
Pernyataan itu disampaikan Wabub Ardani di ruang kerjanya di Komplek Perkanyoran Terpadu(KPT) Tanjung Senai, Jumat (16/07/2021).
Selain itu kata Ardani bagi masyarakat yang KIS BPJS-nya yang tidak aktik dapat mengajukanya kembali ke Dinas Kesehatan Kabupaten OI.
“Bagi masyarakat yang kartu KISnya tidak aktif dapat mengajukanya kembali ke Dinas Kesehatan dengan meminta rekomendasi terlebih dahulu dari Dinas Sosial,” terang Ardani kepada awak media.
Disinggung apakah dana anggaran KIS BPJS yang tidak dibayarkan, dirinya pun mengatakan hal tersebut juga tidak menutup kemungkinan. Namun dirinya mengatakan, dana tersebut dapat di tutupi dengan dana APBD dan APBN.
“Seperti tahun kemaren Pemkab bemberikan dana talangan dengan jumlah di atas Rp1 miliar lebih untuk BPJS KIS Ini. Dan bisa jadi kali ini pun dana tersebut belum dibayarkan dan solusi yang kita berikan yangni memberikan dana talangan bisa dari APBN atau dari APBD kita. Mengingat BPJS KIS Ini adalah Kartu kesehatan bagi Masyarakat kurang mampu yang dibiayai APBN,” terang Ardani.
Sebelumnya peristiwa miris dialami Muhamad (54) warga Desa Kandis 1 Kecamatan Kandis, kabupaten Ogan Ilir. Ketika dirinya hendak berobat di Puskesmas terdekat, dirinya tidak dapat menggunakan KIS yang ia miliki.
Ternyata Kartu KIS yang di keluarkan oleh ( BPJS) Kesehatan dinyatakan non aktif atau bermasalah.
Tidak aktifnya kartu KIS BPJS Kesehatan membuat dirinya panik, dikarenakan selama ia mendapat kartu KIS BPJS Kesehatan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir Aktif, namun ketika hendak digunakan saat berobat dua minggu lalu, Kartu tersebut non aktif.
“Iya, aku bingung karena kartu yang saya gunakan selama ini tiba-tiba tidak aktif, padahal selama ini saya selalu menggunakanya untuk berobat,” ungkap Muhamad, Jum’at (09/07) lalu
Sementara Hj Sri Derma SKM kepala Puskesmas Kandis membenarkan bahwa ada warga yang berobat kartu KIS BPJS nya tidak aktif, akan tetapi pihak puskesmas menyarankan untuk warga yang memiliki kartu KIS BPJS tidak aktif untuk segera mendatangi pihak BPJS.
“Ya, memang ada kartu KIS BPJS kesehatan warga yang tidak aktif, akan tetapi kita sarankan untuk datang kekantor BPJS, dan bagi warga yang tidak mampu tidak memiliki kartu KIS BPJS kita tetap merujuk mereka ke RSUD Tanjung Senai Ogan Ilir,” ujarnya via whaataps.(**)











