Bantuan Sepuluh Ribu Paket Sembako Untuk Masyarakat yang Terdampak Covid-19 di Pagaralam Mulai Disalurkan

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Pagaralam Koko Bangun menyalurkan bantuan dari Pemprov Sumsel, Rabu (30/12/2020).

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Sedikitnya sepuluh ribu paket sembako bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) untuk masyarakat dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang terdampak Covid-19 di Kota Pagaralam mulai disalurkan.

Bacaan Lainnya

Bantuan UEP untuk 26 kelurahan tersebut diserahkan langsung Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni.

Selain sembako bantuan ini akan disalurkan seratus alat usaha bagi masyarakat memiliki usaha mikro namun terancam bangkrut.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Pagaralam Koko Bangun mengatakan, bantuan tersebut merupakan usulan Dinsos Pagaralam untuk masyarakat terdampak dengan sebelumnya sudah melakukan pendataan di setiap kelurahan.

Dikatakannya, yang terealisasi di tahap ini tersebar 26 Kelurahan dengan mencakup di lima kecamatan di Pagaralam.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Pagaralam Koko Bangun menyalurkan bantuan dari Pemprov Sumsel, Rabu (30/12/2020).

“Bantuan sendiri selain sembako untuk masyarakat, juga bagi usaha mikro yaitu warung sembako, warung ringan, tukang las, steam motor, tukang jahit, dan usaha lainya.” katanya, Rabu (30/12/2020).

Ia meminta masyarakat Pagataram yang belum bantuan jangan berkecil hati, sebab bantuan tersebut cukup terbatas. Namun pihaknya akan tetap mengusulkan bantuan di tahun depan.

“Kita sudah kembali mengusulkan ke pihak Pemprov Sumsel untuk dapat menerima kembali bantuan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.” jelasnya.

Sementara itu, Walikota Pagaralam Alpian Maskoni menuturkan, masyarakat Pagaralam harus bangga karena banyak pihak terutama Pemprov Sumsel yang terus memperhatikan kondusi masyarakat Pagaralam.

Meski diakui Walikota jika Kota Pagaralam tidak termasuk wilayah yang paling terdampak dari virus Corona ini.

“Kalau di kota besar jelas terdampak, jadi kita harus bersyukur,” terangnya.

Dikatakannya, hal ini karena masyarakat Kota Pagaralam merupakan mayoritas petani yang hasilnya masih cukup priduktif, sehingga perekonomian Pagaralam tidak terlalu terdampak oleh Covid-19.

“Hasil pertanian masih berjalan, secara ekonomi masih berjalan, jadi di Sumsel pagaralam tidak terlalu terdampak.” pungkasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.