Muratara, Sumselupdate.com -Hujan deras yang terjadi sejak sore hari di wilayah Muratara, mengakibatkan puluhan rumah di Desa Noman, Kecamatan Rupit terendam. Tidak itu saja SDN 1 setempat ikut terendam sehingga proses belajar mengajar dihentikan.
Ketinggian air mencapai 1,5 meter. Banjir tersebut tidak cuma merendam rumah tetapi menimbulkan kerugian materi terkhusus untuk SDN I dan pedagang manisan.
Menurut warga setempat, Rishahudi, banjir terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dini hari akibat meluapnya sungai Rupit. Banjir datangnya begitu cepat sehingga pedagang manisan dan pihak sekolah SDN I tidak bisa menyelamatkan barang-barang berharga.
“Banjir datang sekitar pukul 01.00 langsung merendam puluhan rumah warga,” katanya.
Masih katanya, banjir tidak cuma merendam Desa Noman, tetapi juga merendam Desa Batu Gajah. Tetapi keadaannya tidak begitu parah.
Saat ini kata Ris, masyarakat yang rumahnya terendam terpaksa mengungsi ke rumah keluarga yang tidak terendam.
“Mengungsi kerumah keluarga yang tidak terendam. Korban jiwa tidak ada,”jelasnya.
Sementara itu, Helmi (30) warga Batu Gajah, mengakui bahwa Desa Batu Gajah juga terendam banjir. Tetapi yang terendam rumah-rumah yang ada dibantaran sungai saja. Dan tidak begitu parah. (one)











