Bangun Zona Integritas Dunia Pendidikan

Anggota Komite III DPD RI Abdul Aziz.

Palembang, Sumselupdate.com – Komite III DPD RI menilai, sudah saatnya dunia pendidikan di Sumsel membangun zona integritas dalam dunia pendidikan. Hingga nilai kejujuran dan pembangunan pendidikan terwujud dalam setiap pelaksanaannya.

Anggota komite III DPD RI, Abdul Aziz dalam rapat dengar pendapat antara Komite III DPD RI dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Ombudsman Sumsel, KPAID Sumsel, dan Dinas Pendidikan Kota Palembang, di kantor DPD RI Jakabaring, Palembang.

Bacaan Lainnya

Menurut Abdul Aziz, beberapa kasus diduga menyalahi sistem pendidikan yang ada, hingga berakibat terjadinya kesenjangan untuk mendapat pendidikan yang lebih baik. Selain itu persoalan jual-beli bangku sekolah, meski diduga dilakukan segelintir oknum guru yang tidak bertanggungjawab telah mencoreng nama baik dunia pendidikan.

“Ini yang harus disikapi secara serius. Karena itu sudah waktunya kita membangun zona integritas dengan melakukan penandatanganan fakta integritas dalam dunia pendidikan,” kata Aziz, Selasa (19/7).

Dia menjelaskan, penandatanganan fakta integritas tersebut harus sesegera mungkin direalisasikan, agar para pendidik dan lembaga pendidikan dapat lebih jujur dalam menjalankan fungsinya secara lebih baik.

“Fakta integritas itu lebih pada menjaga integritas para pelaku pendidikan dan lembaga pendidikan, agar berlaku dinamis sesuai aturan yang ditentukan,” katanya.

Meski selama ini, fakta integritas harus segera dilaksanakan bagi para pendidik dan lembaga pendidikan.

“Harus segera direalisasikan, para pendidik dan lembaga pendidikan secara bersama-sama menandatangani fakta integritas. Hingga dunia pendidikan akan semakin baik dan terjaga integritasnya,” kata Aziz.

Dia mengharapkan, agar masyarakat, stakeholder, dan eksekutif serta legislatif di Sumsel mendukung upaya tersebut hingga tercipta dunia pendidikan yang maju dan memiliki integritas yang lebih baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Zulinto mengatakan saat ini penyelenggaraan pendidikan di Kota Palembang telah berjalan cukup maksimal. Kita sudah mengarah pada zona integritas, meski belum maksimal.

“Kita butuh dukungan semua pihak, sehingga zona integritas dapat terwujud dan dunia pendidikan dapat lebih maju,” kata Zulinto.

Zulinto mengatakan, persoalan yang masih menjadi PR Diknas Kota Palembang yakni kekurangan guru dan sarana gedung sekolah yang masih membutuhkan perbaikan. “Di Kota Palembang kita kekurangan guru SD PNS sebanyak 1200 orang, sedangkan SMK kekurangan sebanyak 300 orang guru PNS. Yang ada banyak itu guru honor non-PNS,” katanya. (ery)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.