Bamsoet Ingatkan Kader Pemuda Pancasila Jangan Pecah Karena Pilpres

Minggu, 14 Mei 2023

Jakarta, Sumselupdate. com- Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Bidang Kaderisasi & Organisasi Pemuda Pancasila Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan agar para kader Pemuda Pancasila di seluruh penjuru tanah air tetap solid menjaga keutuhan bangsa dan tidak terpecah-pecah hanya karena pemilihan umum, baik pilpres, pileg maupun pilkada serentak 2024.

Hal itu dikatakan Bamsoet saat membuka Diklat Kaderisasi Kualifikasi Utama Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila. Diklat Pemuda Pancasila merupakan salah satu saranan pendidikan/latihan serta pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi anggota dan kapasitas kelembagaan Ormas Pemuda Pancasila.

Read More

Melalui Diklat Kaderisasi ini, Pemuda Pancasila telah membangun mekanisme regenerasi, serta mewariskan nilai-nilai dan jati diri organisasi yang pada akhirnya menjamin keberlangsungan dan membentuk soliditas organisasi. Sekaligus melahirkan anggota yang tidak hanya mengandalkan otot, melainkan juga mengandalkan otak dan omong.

Setiap kader senantiasa dituntut menjadi patriot yang menampilkan wajah Pancasila, bukan menampilkan wajah premanisme maupun nilai-nilai yang tidak sesuai ajaran Pancasila.

“Saat ini kader Pemuda Pancasila tersebar di tiga cabang kekuasaan, eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Bahkan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Maruf Amin adalah Anggota Kehormatan Pemuda Pancasila.

Pada Pemilu dan Pilkada Serentak 2024, Pemuda Pancasila juga menempatkan kadernya yang tersebar di berbagai partai politik. Pemuda Pancasila tidak kemana-mana, tapi ada dimana-mana,” ujar Bamsoet saat membuka Diklat Kaderisasi Kualifikasi Utama MPN Pemuda Pancasila, di Kantor MPN Pemuda Pancasila, Jakarta, Sabtu (13/5/23).

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, sejak didirikan 28 Oktober 1959 atas inisiasi Jenderal Besar AH Nasution, Pemuda Pancasila yang kini berusia 64 tahun telah memainkan peranan penting menjaga, menyebarkan, dan menanamkan nilai-nilai Pancasila.

“Keberadaan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Maruf Amin dalam keluarga besar Pemuda Pancasila meneguhkan bahwa antara nilai-nilai nasionalis dan nilai agamis bisa berbaur dalam rumah besar Pancasila. Karena nilai nilai Pancasila tidak pernah bertentangan dengan nilai-nilai nasionalisme maupun nilai-nilai agama,” jelas Bamsoet.

Dikatakan, Diklat Kaderisasi juga mendorong penguatan internal organisasi secara sehat dan alamiah. Pemuda Pancasila tidak mengharapkan hadirnya kader-kader ‘karbitan’ yang dimatangkan secara instan.

Melainkan membutuhkan kader yang memahami seluk-beluk dan suasana kebatinan organisasi, memiliki jatidiri yang mengakar, serta memiliki loyalitas dan komitmen kuat untuk mewujudkan cita-cita organisasi.

Yaitu mengimplementasikan nilai–nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.”Di tengah laju peradaban dan kemajuan zaman yang sedemikian pesat, Diklat Kaderisasi juga menjadi sarana untuk terus berbenah diri, dengan meningkatkan kapasitas dan kompetensi para kader, agar memiliki daya saing global,”tegas Bamsoet. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts