Ayah di Muratara Setubuhi Anak Kandung yang Masih di Bawah Umur, Mirisnya, Ibu Korban Sudah Meninggal Dunia

DIAMANKAN-Tersangka Alamsyah diamankan petugas Polres Muratara, Minggu (27/9/2020).

Laporan: Marwan Ashari

Muratara, Sumselupdate.com-Sungguh bejat perbuatan yang dilakukan Alamsyah (38), warga RT 13, Kelurahan Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Muratara, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Bacaan Lainnya

Betapa tidak, sebagai seorang Ayah, dia seharusnya menyayanggi anaknya, tapi perbuatannya justru sebaliknya. Alamsyah tega menyetubuhi anak kandungnya inisial HA (8) yang masih berstatus pelajar sekolah dasar (SD) sebanyak tiga kali.

Perbuatan keji tersangka terkuak setelah dilaporkan Riza Umami (32), warga Desa Sungai Jernih, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara, sesuai dengan LP / B-23 / IX / 2020 / Sumsel / Muratara / Sek. KRDP tanggal 27 Sept 2020. Akibat perbuatan itu tersangka langsung digelandang ke Polres Muratara.

Kronologis kejadian terjadi, Sabtu (22/9/2020) sekitar pukul 11.00 WIB, di samping rumah pelapor, Desa Kertasari, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Muratara.

Caranya, pelaku mengelus dan menggosok-gosokan tangannya ke kemaluan korban saat korban tidur di sampingnya. Sejurus kemudian, tersangka langsung menyetubuhi anaknya.

Usai melakukan perbuatan terkutuk itu, tersangka mengancam untuk tidak menceritakan perbuatannya, atau jika tidak akan dipukul. Pelaku mengaku sudah tiga kali melakukan perbuatan tersebut.

Kapolres Muratara AKBP Adhi Witanto melalui Kasat Reskrim AKP Dedi Rahmat Hidayat, SH, mengatakan, tersangka ditangkap Minggu (27/9/2020) sekitar pukul 14.00 WIB.  Berawal dari anggota Polsek Karang Dapo menerima informasi bahwa pelaku sedang berada di rumahnya.

Kemudian Unit Reskrim Polsek Karang Dapo menuju lokasi, dan langsung melakukan penangkapan Selanjutnya pelaku diamankan di Polsek karang Dapo.

“Tersangka dan berkas perkara dilimpakah ke Satreskrim Polres Muratara dan perkara ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” tegas AKP Dedi.

Sekadar untuk diketahui ibu korban sudah meninggal dunia 6 tahun yang lalu.Pelaku bekerja sebagai tukang pikul karet. Tersangka tinggal bersama dua anaknya yaitu korban dan Aditiya (5). (**)

 

PDIP

PKB

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.