Kayuagung, Sumselupdate.com – RD salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengaku kecewa dengan Bupati OKI, lantaran terkesan adanya pilih kasih dalam memberikan Tunjungan Penghasilan Pegawai (TPP) kepada ASN yang ada.
“Saya sempat kesal dan mempertanyakan apa beda kami, ASN dengan dinas lain yang ada di OKI ini. Sehingga TPP ini tidak begitu rata diberikan,” ujar RD, ASN salah dinas yang ada di lingkungan Pemkab OKI.
Menurut dia, Pemkab OKI dinilai tidak adil lantaran hanya memberikan TPP kepada dinas lain dengan alasan beban kerja yang berat. “Jika berbicara beban kerja saya juga merasaka bagaimana beban kerja yang saya alami. Saya kira tidak ada beda antara saya bekerja dengan ASN lain dari OPD lain yang mendapatkan TPP,” ketusnya.
RD mengungkapkan dirinya mewakili ASN lain juga sempat mempertanyakan secara langsung ke Bupati OKI melalui Sekda OKI saat digelarnya Musrenbang tingkat kabupaten.
“Tidak ada jawaban yang cukup memuaskan bagi saya kala itu. Jawabannya adalah alasan anggaran yang terbatas. Lantaran saya merasa tidak puas dengan jawaban sehingga saya kembali berani mengutarakan
jika kita melihat daerah lain seperti Kabupaten Ogan Ilir (OI), saudara muda Kabupaten OKI, dimana APBDnya tidak jauh dengan OKI, dan daerah ini mampu memberikan TPP secara merata dengan nilai yang
bervariasi bagi ASN yang bertugas,” urainya.
Begitupun kata dia, dengan kabupaten lain yang juga memberikan TPP kepada ASN secara merata dengan nilai besara bervariasi sesuai dengan jabatan yang diemban.
Misalnya, Kabupaten Banyuasin yang diperkirakan memberikan TPP untuk kepala dinas/OPD sekitar Rp12-13 juta, kepala bidang Rp8 juta, kepala seksi Rp4 juta.
“Nah, TPP ini sangat baik untuk memberikan motivasi kepada ASN untuk meningkatkan kinerja. Dan kita sebagai pegawai merasa dihargai. Oleh sebab itu, saya pilih mutasi ke Kabupaten Banyuasin,”tukasnya. (ban)











