Washington, Sumselupdate.com – Militer Amerika Serikat (AS) mengerahkan Gerald R. Ford Carrier Strike Group beserta skuadron udara Angkatan Lautnya ke wilayah tanggung jawab Komando Selatan AS.
Langkah ini diumumkan oleh juru bicara Pentagon, Sean Parnell, melalui media sosial pada Jumat (24/10/2025).
Parnell menjelaskan, pengerahan tersebut dilakukan untuk mendukung arahan Presiden Donald Trump dalam membongkar Organisasi Kriminal Transnasional (Transnational Criminal Organizations/TCO) dan melawan narko-terorisme demi menjaga keamanan nasional.
“Pasukan-pasukan ini akan meningkatkan dan menambah kemampuan yang sudah ada untuk menghambat perdagangan narkotika serta melemahkan dan membongkar jaringan TCO,” ujar Parnell di platform X.
Wilayah tanggung jawab Komando Selatan AS mencakup daratan Amerika Latin di selatan Meksiko, perairan yang berbatasan dengan Amerika Tengah dan Selatan, serta Laut Karibia.
Sejumlah analis menilai langkah ini menunjukkan keinginan pemerintahan Trump untuk memperluas kampanye antikartelnya.
Pendekatannya kini berpotensi bergeser dari operasi laut terhadap kapal-kapal kecil di perairan internasional ke kemungkinan serangan di darat di wilayah Amerika Latin.
Menurut laporan Wall Street Journal, pengerahan kekuatan militer AS kali ini menjadi yang terbesar di kawasan Karibia dalam lebih dari tiga dekade, sejak invasi AS ke Panama.
Sebelumnya pada hari yang sama, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengumumkan bahwa militer AS telah menenggelamkan sebuah kapal yang dicurigai sebagai pengangkut narkoba di perairan internasional Karibia pada Kamis malam (23/10).
Insiden itu menewaskan seluruh enam orang di kapal tersebut.
Serangan itu menjadi operasi malam pertama terhadap kapal penyelundup narkoba dan merupakan serangan ke-10 sejak September.
Secara total, lebih dari 40 orang telah tewas dalam operasi-operasi militer AS tersebut.
Pada 2 Oktober, pemerintahan Trump menyampaikan kepada Kongres bahwa AS sedang menghadapi ‘konflik bersenjata noninternasional’ dengan kartel narkoba yang dikategorikan sebagai organisasi teroris. Pemerintah juga menyatakan akan memperlakukan para anggotanya sebagai ‘kombatan ilegal.’
Kebijakan ini menuai kritik tajam dari anggota Kongres, khususnya dari Partai Demokrat. Senator Jack Reed dari Rhode Island menilai pemerintah belum memberikan dasar hukum, bukti, maupun intelijen yang kredibel untuk membenarkan serangan-serangan itu.
Sementara itu, Presiden Venezuela Nicolas Maduro menuduh AS menggunakan ancaman kartel sebagai dalih untuk memperluas kehadiran militernya di Amerika Latin dan mendorong perubahan rezim.
Presiden Kolombia Gustavo Petro juga menuding Washington melakukan ‘pembunuhan’ karena menewaskan para tersangka penyelundup narkoba di laut.
(**)











