Apes, Residivis Kasus Pembunuhan Kembali Tertangkap Gara-gara Bawa Senpira

Tersangka saat mendapatkan perawatan.

Sekayu, Sumselupdate.com – Sudirman (33), warga Desa Babat, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan, sudah tiga tahun terakhir menghirup udara bebas.

Namun, suasana di dalam penjara tampaknya bakal dialaminya lagi oleh residivis kasus pembunuhan tahun 2011 silam ini.

Bacaan Lainnya

Dia kembali diringkus anggota Polsek Babat Supat, Rabu (18/3/2020), sekitar pukul 17.00, terkait kepemilikan senjata api (senpi) rakitan laras pendek dan diduga menjadi bandar narkoba di wilayah Babat Supat.

Dalam penangkapan tersebut, petugas turut mengamankan seorang wanita. Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan laras pendek dengan dua butir peluru.

Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, SIk, melalui Kapolsek Babat Supat Iptu Indra Wenni Asahi, SH, Kamis (19/3/2020), mengatakan, penangkapan tersangka berkat adanya laporan dari masyarakat.

Menurut Kapolsek, warga melaporkan jika tersangka membawa senpi sekaligus sebagai bandar narkoba.

Laporan warga cepat ditanggapi petugas. Setelah dilakukan penyelidikan, aparat langsung ke kediaman tersangka.

Dalam penangkapan itu, petugas mendapati tersangka sedang memperbaiki sepeda motornya. Tanpa membuang waktu, aparat meringkus pelaku. Namun saat hendak ditangkap, tersangka berusaha melarikan diri.

“Saat  tersangka dilakukan penggeledahan di badannya berusaha melarikan diri, tembakan peringatan tak diindahkan akhirnya tindakan tegas dan terukur unit Reskrim langsung menebak kaki tersangka sebelah kanan,” tambahnya.

Dalam penyergapan itu, tersangka saat itu tengah bersama teman wanitanya bernama Nabila Yuliandri (23), warga Tebing Jaya, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin.

Hasil interograsi petugas, Nabila Yuliandri merupakan teman tersangka dalam menjalankan bisnis haramnya.

Dari teman wanitanya ini ditemukan barang bukti yang diduga narkotika jenis shabu sebanyak satu buah plastik klip kecil list merah yang berisikan serbuk kristal bening diduga shabu dengan berat bruto ±0,15 gram.

Kemudian, satu buah pireks kaca yang diduga di dalamnya berisikan sisa narkotika jenis shabu dengan berat bruto± 1gram.

Lima buah plastik bening, satu buah kotak plastik warna kuning yang diselipkannya di dalam BH tersangka serta uang hasil penjualan narkoba sebesar Rp248 ribu. “Barang itu punyo Sudirman Pak, aku cuman megangnyo Pak,” elak Nabila.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata api dan UUD Narkotika. (est)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.