Palembang, Sumselupdate.com – Demi menjaga keamanan kota Palembang jajaran petugas Polresta Palembang bersama Pemerintahan Kota (Pemkot) Palembang menjalin kerjasama, guna mengantisipasi adanya konflik antar masyarakat yang berkaitan dengan isu SARA.
Walapun, sejauh ini kondisi Kota Palembang masih dalam keadaan kondusif. Polresta Palembang bersama instansi terkait dan pemuka agama di Kota Palembang menggelar Apel Besar Kebersamaan dalam Kebhinekaan Cinta Damai Kota Palembang, di halaman Polresta Palembang, Kamis (10/11/2016) pagi.
Kapolresta Palembang, Kombes Pol Tommy Aria Dwianto mengatakan, walaupun sejauh ini Palembang aman namun konflik pasti akan terjadi di manapun dan kapan saja, termasuk di Palembang yang memiliki keanekaragaman suku bangsa, warga negara, asal keturunan, agama dan lainnya.
“Mengingat, kota Palembang didominasi warga pribumi dan umat beragama Islam, sampai saat ini hubungan antar mereka tetap berjalan sangat baik. Akan tetapi, kita tetap mewaspadai terjadinya konflik yang berkaitan dengan isu-isu SARA,” sebut dia.

Lanjut mantan staf Presiden SBY tersebut, selain menyiagakan pasukan pihaknya juga menerjunkan Babinkamtibmas untuk melakukan pendekatan terhadap masyarakat dengan cara memberikan penyuluhan terkait maraknya isu sara di luar wilayah Kota Palembang.
“Jadi seandainya ada potensi sekecil apapun, harus segera diredam dengan cara melakukan pendekatan ke masyarakat,” kata dia.
Lanjutnya,antisipasi terjadinya konflik itu berkaca dari pengalaman-pengalaman yang terjadi di daerah lain. Dimana konflik isu sara muncul, sehingga merugikan banyak pihak. Selain terjadi kerusuhan, hal itu juga bisa menimbulkan korban.
“Semua tempat, semua lokasi, mau siang, mau malam, potensi konflik pasti ada dan dapat terjadi. Bukan hanya kepolisian yang bertanggungjawab antisipasi ini, peranan pemerintah dan masyarakat juga penting agar konflik tidak terjadi,” kata Tommy.
Sementara itu, Walikota Palembang Harnojoyo menambahkan, isu SARA dapat memecah belah persatuan dan menimbulkan konflik sosial sehingga pihaknya menjalani kerjasama dengan Polresta Palembang untuk memberikan tingkat kesadaran dan peran masyarakat. Sehingga hal sekecil apapun tentang konfil bisa diantisipasi sedini mungkin.
“Apalagi di era globalisasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bisa mengarahkan masyarakat ke pengaruh positif dan negatif. Apalagi pengaruh asing bisa mempengaruhi masyarakat sehingga masyarakat harus mengetahui kebenaran sesungguhnya,” tutup Walikota Palembang. (tra)











