Palembang, Sumselupdate.com – Prada M Abdul Wahid anggota Kasdam II Sriwijaya terpaksa menjalani operasi pengangkatan empedu usai terkena bacok celurit saat beraksi heroik menangkap salah satu pelaku pencuri yang dipergok warga di Sukarami Palembang.
Dalam insiden itu, Prada M Abdul Wahid mengalami luka bacok di bagian perut langsung dievakuasi ke RSUD Siti Fatimah, pada Rabu (15/1/2024) kemarin.
Sementara pelaku percobaan pencurian yang diketahui bernama Hartono (42) menemui ajalnya setelah menjadi amukan warga dan kini jasadnya berada di RS Bhayangkara Muhamad Hasan Palembang.
Waaster Kasdam II Sriwijaya Letkol Inf Erwinsyah Taufan, SH, MSi membenarkan anggota TNI yang terluka itu adalah ajudannya.
Prada M Abdul Wahid disebut saat kejadian bertugas menjaga rumah pribadi milik Erwinsyah Taufan yang berada tak jauh dari TKP di Jalan Landasan Ujung, Kebun Bunga.
Saat kejadian, anggotanya tersebut mendengar teriakan warga yang memergoki Hartono (MD), sejurus Prada Wahid yang mendengar sigap mengejar pelaku yang kabur melompat pagar rumah kosong tersebut.
“Warga berteriak, karena siang sepi rata-rata bekerja. Wahid yang sedang stand by di rumah saya, dengar teriakan maling itu dia keluar,” terang Erwin.
Benar saja, Prada Wahid dengan cepat menangkap Hartono, sesaat digiring pelaku percobaan pencurian itu merebut celurit milik seorang pencari rumput untuk ternak yang saat kejadian berada juga di TKP.
Awal tertangkap, tangan Hartono belum terikat yang membuatnya mudah merebut celurit tersebut.
“Jadi maling itu berontak melepaskan diri, langsung ambil arit (di gerobak rumput), disabetkannya ke perut anggota saya,” jelas Erwin.
Hartono sempat lepas dari genggaman Prada Wahid yang belum sadar sudah terkena lukak bacok kembali mengejar.
“Berhasil diterbab sampai terjatuh di ujung pohon sawit, dicekik dan gulatnya. Pelaku ketangkep,” urainya.
Setelah Hartono dibekuk itulah Prada Wahid menyadari dirinya terluka bajunya saat itu, bahkan berlumuran darah.
“Warga membawanya (Prada Wahid) ke klinik dekat rumah. Karena luka robeknya ternyata besar, ngadang (menghadang –red) ambulans yang lewat di depan. Lalu dibawa ke RS Siti Fatimah,” papar Erwin.
Diterangkannya, Prada Wahid sudah selesai menjalani tindakan operasi di Lantai 3 RSUD Siti Fatimah.
“Hasil pemeriksaan dokter bedah digestif tadi, dinyatakan usus 12 jari atau usus besarnya aman. Cuma, empedunya kena besetan arit tadi. Sehingga harus, dipotong, dibuang (diangkat),” ungkap Erwin.











