Jakarta, sumselupdate.com – Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina mempertanyakan efektivitas BPKH dalam mengelola dana keuangan haji.
Selly menilai harusnya BPKH bisa mendapat manfaat lebih besar. Sebab, uang jemaah haji sudah diinvestasikan belasan hingga puluhan tahun.
Politisi PDI-Perjuangan ini meminta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) lebih agresif menginvestasikan dana haji masyarakat untuk menangani polemik dana haji. Menurut Selly saat ini, BPKH mengelola Rp166 triliun dana haji dengan Rp15 triliun di antaranya merupakan dana nilai manfaat yang digunakan BPKH mensubsidi biaya haji.
“Alokasi nilai manfaat biaya haji 2023 hanya terealisasi 92%. Banyak jemaah haji yang belum masuk waktu tunggu namun sudah langsung berangkat haji,” kata Selly dalam Rapat Kerja dengan Kepala BPKH dan Badan Pengawas BPKH di Gedung DPR Jakarta, Senin (1/4/2024).
Anggota Komisi VIII DPR RI John Kennedy Azis menambahkan, metode investasi yang dilakukan BPKH saat ini tidak akan bisa mengimbangi kenaikan biaya haji oleh Pemerintah Arab Saudi hingga perubahan nilai kurs. Sehingga dia mendorong BPKH mencari cara agar investasi dana haji lebih menguntungkan dan membantu jemaah haji.
Baca juga : Wakil Ketua Komisi II DPR RI Sebut Sangat Mungkin Pendukung Hak Angket Lebih Banyak
“Metode investasi dari awal salah terdapat perbedaan antara nilai manfaat yang dipaparkan Kemenag dan BPKH. Kami dorong BPKH membuat sistem tabungan yang lebih menguntungkan,” tegasnya. (duk)











