Ancam Keselamatan, Warga Butuhkan Bus Sekolah

Senin, 11 April 2016
Tampak siswa yang menaiki mobil pick up

PALI, Sumselupdate.com – Tentu takut dan cemas bagi para orang tua ketika melihat anak-anaknya pulang dan pergi dengan menaiki atap mobil. Hal itu terjadi bagi warga Desa Semangus, Benakat Minyak, Simpang Solar, dan Sungai Baung, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Hal ini mulai merasa resah, melihat aktivitas anak-anaknya yang pergi dan pulang sekolah, dengan menumpangi kendaraan pick up modifikasi yang mengancam keselamatan.

Tampak terlihat dari pantauan awak media di lapangan, Senin (11/4), para pelajar SMP Negeri 3 Talang Ubi ini banyak yang sengaja menaiki atap mobil pick up modifikasi tersebut, lantaran mobil yang semestinya digunakan untuk mengangkut barang ini, tidak mampu menampung semua para pelajar yang diangkut mobil tersebut.

Menurut, Ardian (43), salah satu warga Desa Semangus mengatakan, bahwa pelajar di desanya terpaksa menaiki kendaraan pick up modifikasi tersebut untuk menuju ke sekolahnya yang berjarak sekitar sembilan kilometer dari pemukiman warga, dengan biaya per bulan sekitar Rp 300 ribu per bulannya, tanpa ada jaminan keselamatan yang diberikan.

“Untuk itu kami sebagai orang tua sangat berharap meskipun biaya yang dikeluarkan cukup besar untuk biaya transportasi anak-anak kami ini. Semestinya keselamatan bisa terjaminkan, sehingga kita sebagai orang tua juga bisa merasa aman dan nyaman untuk membiarkan anak kami menuntut ilmu di sekolahnya,” ujarnya, Senin (11/4).

Ditambahkan, Rini (35), salah satu wali murid pelajar dari Desa Benakat Minyak mengatakan, bahwa dari desanya sendiri para pelajar harus membayar Rp 100 ribu per bulanya, karena jarak desanya menuju ke SMP Negeri 3 Talang Ubi, hanya tiga kilometer. Untuk itu dirinya meminta adanya kepedulian dari pemerintah daerah untuk menyediakan kendaraan bis sekolah.

“Selain biayanya lebih irit, keselamatan para pelajar bisa terjamin. Karena, sejak berdirinya SMP Negeri 3 Talang Ubi bertahun-tahun, kami sebagai warga dan wali murid sudah mengusulkan ke pemerintah daerah. Namun, hingga saat ini belum juga direalisasikan‎. Untuk itu kami berharap bisa dipikirkan meskipun hanya satu unit bis sekolah,” harapnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts