Anas, Kurir Shabu asal Gandus Dituntut 8 Tahun Penjara

Suasana persidangan

Palembang, Sumselupdate.com – Terdakwa Anas bin Sauri kurir narkotika jenis shabu dituntut 8 tahun penjara dan denda Rp 800 juta dengan subsider 6 bulan kurungan.

Sidang yang dipimpin oleh hakim ketua Yohanes ini beragendakan pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di ruang sidang Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus secara virtual, kamis (22/4/2021).

Bacaan Lainnya

Dalam tuntutan, JPU menerangkan bahwa terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana jual beli narkoba.

“Dengan ini menuntut terdakwa Anas sesuai dengan pasal 114 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan barang bukti 9 bungkus shabu seberat 0,975 gram,” terang JPU Tommy Harizon, SH.

Usai pembacaan tuntutan, terdakwa Anas maupun kuasa hukumnya Eka Sulastri ini meminta waktu satu minggu ke depan guna untuk menyiapkan amar pembelaan.

“Izin Pak Hakim, minta waktu satu minggu untuk mengajukan pembelaan (pledoi),” tutur Eka.

Dengan demikian, sidang pun ditutup dan ditunda Kamis depan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Kls 1 A Khusus Kota Palembang.

Untuk diketahui dalam dakwaan diterangkan bahwa kejadian bermula pada bulan Januari 2021. Di mana dirinya ditangkap di kediamannya sendiri yang beralamat Jalan Lettu Karim Kadir Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Gandus Kota Palembang.

Di mana pada saat itu rekannya bernama Aris (DPO) datang ke rumah terdakwa dan memberikan sembilan bungkus shabu kepada terdakwa untuk dijual kembali.

Setelah mengantarkan barang itu, Aris (DPO) pergi meninggalkan rumah terdakwa. Dari kejadian itu pihak kepolisian mendapat laporan dari masyarakat setempat bahwa di kediaman terdakwa kerap kali menjadi transaksi jual beli narkoba.

Berdasarkan laporan itu, pihak Satresnarkoba Polrestabes Palembang mendatangi rumah terdakwa, saat melihat polisi datang, terdakwa ketakutan dan sempat melarikan diri namun pihak Polisi berhasil menangkap terdakwa.

Setelah berhasil menangkap terdakwa, maka polisi pun melakukan penggeledahan di rumah terdakwa. Dan didapati barang bukti berupa 9 paket shabu dengan berat 0,975 gram.

Setelah mendapatkan barang bukti terdakwa pun ditangkap dan diamankan serta dibawa ke Polrestabes untuk diperiksa dan ditindaklanjuti.

Setibanya di Satresnarkoba Polrestabes Palembang, terdakwa mengaku dirinya sering menjual shabu selama dua minggu terakhir sebelum dirinya ditangkap.

Di mana setiap ia berhasil menjual shabu maka ia akan diupah oleh Aris (DPO) sebesar Rp 100 ribu. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.