Anak Pelaku Roboh Setelah Pinggangnya Ditembus Peluru Saat Baku Tembak Pecah

Kamis, 14 April 2016
AS terguling lemas setelah bagian pinggangnya terkena peluru nyasar ketika insiden baku tembak terjadi, Kamis (14/4).

PALI, Sumselupdate.com –Pasca-baku tembak yang terjadi pada saat jajaran Polsek Penukal Abab dengan Anton Cs, bandar narkoba di desa persiapan Simpang Babat, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Iilr (PALI) menyisakan dua korban luka tembak.

Selain Kapolsek Penukal Abab, Akp Indrowono, SH yang tertembak, anak pelaku juga terpaksa terkena timah panas yang nyasar dari insiden baku tembak, Rabu (13/4) malam.

Bacaan Lainnya

Ade Sintia (15) anak pelaku Anton terkena luka tembak di bagian pinggang. Dari pengakuan istri Anton, Dewa Artati, mengaku awal mula penangkapan terjadi sekitar pukul 22.00.

Saat itu, dia sedang hendak keluar rumah, tepatnya berada di teras. Namun, dua personel polisi langsung masuk ke rumah. Kemudian ibu dari tiga anak ini langsung teriak ‘Ayah ada polisi’ dan baku tembak pun pecah.

“Aku baru keluar rumah, pas di teras, tiba-tiba dua orang polisi langsung masuk ke rumah, aku teriak, ayah (Anton -red) ada polisi, lalu polisi itu masuk dan menutup rumah, lalu dengar suara ledakan,” kata Dewa ketika dijumpai awak media, yang sedang mengungsi di rumah kerabatnya yang tak jauh dari kediamannya, Kamis (14/3).

Dia mengakui, akibat baku tembak itu, anak perempuannya, yang bernama AS, yang masih duduk si bangku SMP kelas IX itu terkena tembakan timbis bagian pinggang sebelah kanannya.

“Anak aku (AS -red) lagi di kamar, kemudian bunyi suara ledakan dan anak langsung terbangun, dan AS hendak menggendong adiknya, saat hendak tegak pinggang anak luka,” ujar Dewa, sampai membeberkan baju tidur lengan panjang, celana panjang serta celana dalam bekas tembakan berlumur darah ke arah pinggang anak yang masih diperban.

Akibat kejadian itu, Dewa, bersama anak terpaksa mengungsi di kediaman rumah kerabatnya karena rumah masih dikelilingi police line.

“Tidak tahu, sampai kapan kami bisa ke rumah. Saat ini kami masih tinggal di rumah mamang (kerabat) kami,” keluh Dewa.

Pantauan Sumselupdate.com di lokasi kejadian, rumah milik Anton, warna hijau dan pagar kerangka baja taso, sudah terpasang garis polisi. Serta pecahan dan bolongan kaca jendela di rumah korban akibat bekas tembakan. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.