Palembang, Sumselupdate.com –Getah karet menjadi penghasilan utama bagi sebagian masyarakat di Sumatera Selatan (Sumsel). Ketika harga karet anjlok, ekonomi warga Sumsel terpukul.
Kian terpuruknya harga karet yang terjadi di Sumsel dan Indonesia secara umum, perlu perhatian bersama.
Dalam rapat upaya pengembangan komoditas karet yang digelar di Horison Ultima Hotel, Rabu (23/3) malam, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Alex Noerdin mengatakan, permasalahan anjloknya harga karet perlu dibahas agar harga kembali membaik.
Menurut Alex, pemerintah harus mencari solusi agar harga karet kembali membaik dan harga tingkat petani stabil dan tidak terjadi fluktuatif yang memicu penurunan harga.
Dikatakan Alex, Pemprov Sumsel akan melakukan upaya perbaikan harga komoditas karet dengan membangun pabrik ban di hilirisasi Tanjung Api-Api.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemprov Sumsel menggandeng pemerintah pusat dan investor dalam dan luar negeri agar menanamkan investasinya di Bumi Sriwijaya.
Guna meningkatkan komoditas karet di Sumsel, pihaknya mengkombinasikan dengan mengembangkan sektor industri besar di Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api.
Pada kesempatan itu, Alex mengucapkan terima kasih atas bantuan Menteri Pertanian ke Sumsel, mulai dari kebutuhan di bidang pertanian, perkebunan dan sebagainya.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran yang hadir pada kegiatan tersebut mengatakan, pemerintah berupaya mendongkrak harga karet di tingkat petani dengan mengurangi ekspor karet ke negara pengimpor.
Dalam kebijakan ini, pengurangan ekspor karet dari Sumatera Selatan (Sumsel) mencapai 87.210, 26 ton dari nasional 238.736 ton selama enam bulan ke depan.
Untuk mendukung kebijakan ini, pemerintah melalui Kementerian Pertanian RI telah menjamin subsidi bagi petani karet untuk bisa menutupi kekurangan pendapatan yang dipastikan akan terjadi. (adi)











