Alami Pendangkalan, BBWS Sumatera Vlll Segera Keruk 21 Anak Sungai

Kepala BBWS Sumatera VIII, Birendrajana.

Palembang, Sumselupdate.com – Sebanyak 21 anak sungai di kota Palembang mengalami pendangkalan pada musim kemarau tahun ini. Pendangkalan yang terjadi ini kerap kali menjadi biang keladi banjir yang sulit surut hingga berhari-hari,  jumat (2/10/2020).

Kepala BBWS Sumatera VIII, Birendrajana mengungkapkan ke 21 anak sungai yang bakal dilakukan berupa pengerukan sedimentasi diantaranya sungai Sekanak, Bendung, sungai Buah, Jakabaring, Borang,  Selincah, Kertapati, Juaro, Lawang Kidul, Batang, Krmasan, Sriguna, Nyiur,  Kedukan, Rengas, Aur, Gasing,  Plaju, Gandus dan lain-lain

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, anak Sungai Musi pada umumnya mengalami sedimentasi atau pengendapan dari penumpukan limbah rumah tangga, lumpur hingga tumbuhan.

Saat hujan deras, air akan meluap karena anak sungai mendangkal.  Kondisi ini menyebabkan penampung banjir berkurang.

“Pengerukan sedimentasi akan dilakukan sedalam satu meter. Kita akan ratakan gundukan sedimentasi, sehingga aliran air dapat berjalan dengan lancar,” katanya.

Menurutnya, sejumlah titik rawan banjir di kota Palembang dikarenakan aliran air dari anak sungai terjepit karena terjadinya pendangkalan,  sehingga menyebabkan air yang seharusnya masuk dengan cepat keluar ke sungai menjadi terhambat dan terjadilah banjir.

Pengerukan sedimentasi ini diakui oleh Birendrajana terakhir kali dilakukan pada tahun 2015 silam. Maka itu, pengerukan dirasa sangat perlu untuk membuat aliran-aliran air anak sungai tak lagi terhambat dan menyebabkan banjir di kota pempek.

“Idealnya pengerukan itu lima tahun sekali. Dengan  dilakukan normalisasi dan restorasi kita bisa meminimalisir banjir yang melanda Palembang,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengerukan sedimentasi tapi tersebut direncanakan bakal mulai dilakukan pada tahun depan. Untuk pengerjaan, nantinya akan dilakukan secara bertahap. Terkait besaran anggaran yang dibutuhkan, ia mengaku masih akan disusun ulang.  Mengingat saat ini masih dalam masa pandemi dan anggaran banyak dialihkan ke penanganan Covid-19.

“Total biaya dibutuhkan sedang kita susun, sekarang kita masih terkendala anggaran dialihkan ke Covid-19. Tetapi banjir ini tetap jadi prioritas kita untuk diatasi,” tutupnya. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.