Baturaja, sumselupdate.com – Aksi tindak kejahatan berbagai modus menjelang hari raya Idul Fitri 1439 H tahun 2018 biasanya meningkat, salah satunya modus lewat lewat media sosial atau cyber.
Seperti yang dialami akun facebook Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) kabupaten OKU. Akun Facebook bernama Jhon Ewan tersebut diduga diretas oleh oknum tak bertanggung jawab mengatasnamakan Plt kepala dinas itu.
Dalam percakapan melalui masanger dengan akun Facebook Widori, oknum terebut meminta atau meminjam uang dengan ditransfer.
Modusnya peretas mengirimkan pesan melalui aplikasi Messenger kepada sejumlah teman yang ada di daftar pertemanan milik Jhoni Herawan. “Awalnya dia menanyakan kabar dan di mana posisi saya,” ucap Wido, salah satu jurnalis di OKU, Kamis (7/6).
Setelah berbasa-basi, lanjutnya, akun Facebook itu meminta tolong kepada dirinya bahwa semalam ATMnya tertelan. Orang tersebut baru akan mengurus besok ke bank. “Dia bermaksud meminjam uang saya dan berjanji akan mengembalikan besok pagi,” cetusnya.
Mengetahui hal tersebut, ia berkeyakinan jika akun Facebook milik Jhoni Herawan telah diretas. Pasalnya, yang bersangkutan meminjam uang sebesar Rp 700 ribu. “Makanya, saya berusaha pancing,” imbuh Wido.
Saya yakinkan bisa memberi uang dan meminta yang bersangkutan untuk mengembalikan uang saya secepatnya.
“Dia berjanji akan kembalikan secepatnya. Sehingga yang bersangkutan meminta ditransfer segera ke rekening BNI 0695475111 atas nama Nurjamal,” ungkapnya.
Karena nama rekening berbeda dengan yang bersangkutan, Wido tambah yakin jika hal tersebut adalah penipuan yang bukan dilakukan Jhoni Herawan. “Saya kirim bukti transfer bohongan,” timpal Wido.
Lantaran bukti transfer yang dikirim merupakan bohongan, yang bersangkutan penasaran dan memastikan kepada dirinya apakah benar sudah di transfer. “Mungkin karena dia merasa saya tipu, akhirnya dia tidak lagi menghubungi saya,” pungkas Wido.
Terpisah, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jhoni Herawan, ketika dikonfirmasi wartawan, membantah jika dirinya massanger seseorang untuk meminta kirim uang.
“Bukan saya, saya tidak pernah meminta uang melalui massanger,” ucap Joni.
Diakui Jhoni, dirinya tidak pernah menggunakan akun facebooknya apalagi menggunakan massanger. Dirinya lebih sering menggunakan WhatsApp. “Malah, yang buat akun facebook itu anak saya,” timpal Jhoni.
Atas kejadian ini, Jhoni meminta kepada rekan – rekannya yang mendapat pesan Messenger serupa agar tidak cepat percaya atau mengirimkan uang sesuai permintaan peretas.
“Saya lihat seperti sindikat. Saya berharap kepada rekan-rekan agar waspada dan jangan percaya apabila yang mengatasnamakan saya meminta sejumlah uang,” pungkas Jhoni.
Kapolres OKU, AKBP Ni Ketut Widayana Sulandari, saat dikonfirmasi menghimbau kepada masyarakat OKU untuk waspada kasus kian marak berbagai modus seperti medsos, penipuan, copet dll.
“Apalagi menjelang lebaran hati-hati, kami juga sudah antisipasi menyipakn petugas khusunya dilapangam dan pusat perbelanjaan,” ucapnya. (wid)











