Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Badan Ekonomi Kreatif membidik kerupuk asal Kota Lubuklinggau yang mampu bersaing dengan produk makanan lainnya di kancah nasional. Salah satu caranya, dengan mendorong pelaku usaha dan pemuda berinovasi dalam mengemas makanan ringan tersebut.
Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (RI), Popy Sapitri mengungkapkan, sejauh ini perkembangan di Kota Lubuklinggau sangat baik dan strategis, karena didukung akses transportasi yang lancar.
“Disini sudah ada pesawat langsung dan sangat maju bila dibanding daerah-daerah lain,” ucap Popy usai pembukaan acara Training Of Trainer (TPT) kepada puluhan pemuda-pemudi di Hotel Dafam Lubuklinggau, Kamis (7/6/2018).
Menurut Popy akses transportasi yang sudah sangat maju merupakan potensi yang bisa dikembangkan dengan luar biasa, dengan cara bagaimana membuatnya menjadi nilai tambah ekonomi.
“Disini banyak makanan, sepanjang perjalanan saya melihat banyak sekali yang berjualan kerupuk dan pempek, saya rasa sudah sama dengan Kota Palembang,” kata dia.
Popy juga meminta kerupuk dan pempek jangan hanya untuk konsumsi lokal saja. Namun harus dikembang dengan cara yang lebih kreatif, sehingga bisa sampai keluar negeri. “Sekarang sudah ada wadahnya, tinggal diisi. Harus ada inovasi makanan itu sendiri dengan cara diolah sesuai standar kualitas ekspor termasuk juga kemasannya,” ungkapnya.
Namun untuk menuju kesana, Popy mengaku memang cukup sulit, sebab banyak hal yang perlu dilakukan, karena bisa-bisa jika tidak sesuai standar ekspor makanan akan dikembalikan lagi kepada pengusahanya.
“Ini merupakan tantangan untuk anak muda Kota Lubuklinggau kedepan, bagaimana mengemas pempek menjadi standar ekspor dan juga bagaimana kalau bisa ada ekspaire makanannya,” kata dia.
Popy mengimbau kepada para pemuda-pemudi di Kota Lubuklinggau untuk memanfaatkan acara yang mereka selenggarakan dengan semaksimal mungkin. “Saya harap selesai acara ini tiap kelompok ada contak personnya, serta diharapkan usaha mereka bisa maju dan kita bimbing ke arah ekspor,” ujar dia.
Sementara anggota Komisi X DPRRI Mustafa Kamal mengatakan jika pemuda-pemudi di Kota Lubuklinggau mempunyai ide kreatif sama dengan pemuda-pemudi yang ada di Kota Palembang.
“Disini anak-anak mudanya bisa punya masa depan bagus. Apalagi dengan adanya work shop bimbingan ini mudah-mudahan ada rasionalisasi karena dibimbing oleh ahlinya langsung,” ujarnya. (and)











