Banyuasin, Sumselupdate.com – Diduga sopir mengantuk, sebuah bus Antar Lintas Sunatra (ALS) dari Solo Jawa Tengah menuju Medan Sumatera Utara terperosok ke jurang di Desa Pangkalan Panji, Kecamatan Banyuasin III, kabupaten Banyuasin, Rabu (21/12/2016) sekitar pukul 13.00.
Akibat peristiwa tersebut, tiga penumpang yang dua di antaranya warga negara Bangladesh mengalami luka serius.
Tak hanya itu, empat orang lainnya luka ringan hingga dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Banyuasin.
Sementara 40 orang penumpang lainnya selamat. Mirisnya, sopir bus Torus (45) melarikan diri usai kejadian.
Informasi dihimpun di lapangan, 20 penumpang bus naas tersebut merupakan warga negara asing yang berpaspor Bangladesh.Ahmad Fauzi, sopir cadangan Bus ALS BK7961DJ tersebut menuturkan, tiba tiba mobil oleng dan terguling masuk jurang di bawah jembatan.
“Saya saat itu sedang tidur, yang nyopir Torus. Saya terbangun mobil sudah terbalik,” katanya.
Dia melanjutkan, bus sial itu penuh muatan penumpang sampai ke bangku serap, sekitar 46 orang.
“Warga Bangladesh tersebut naik dari Jakarta dan akan turun di Jambi. Tapi siapa mereka saya tidak tahu,” katanya.
Kanit Laka Polres Banyuasin Ipda Suhendra saat berada di lokasi kejadian mengatakan, kejadian berawal ketika bus ALS dari Solo menuju Medan, oleng di Jembatan Pangkalan Panji.
Diduga karena sopir mengantuk. Tidak ada korban jiwa atas kejadian ini namun 4 orang dilarikan ke rumah sakit.
“Di antara penumpang ada 20 orang warga asing berpaspor Bangladesh. Sekarang diamankan di kantor Desa Pangkalan Panji, sembari menunggu jemputan agen dan bus pengganti dari ALS,” katanya.
Informasinya, para WNA tetsebut akan ke Malaysia melalui jalut darat. Lewat pelabuhan Kualau Tungkal Jambi kemudian ke Batam, baru menyebrang ke Malaysia.
“Informasinya mereka akan bekerja sebagai buruh di Malaysia. Informasi dari WNA ini agak sulit digali karena meteka tidak bisa bahasa inggris maupun bahasa Indonesia,” katanya.
Berdasarkan pantaun di lapangan banyak barang bawaan penumpang yang hilang terutama barang kecil seperti dompet ponsel dan barang kecil lainnya.
Tas pakaian penumpang juga banyak yang basah lantaran tercebur ke sungai.
“Syukurlah semua selamat, tapi kami harap segera disampaikan ke tujuan. Jangan dibiarkan terkatung-katung di sini, apalagi banyak barang yang hilang,” kata Tumijan salah seorang penumpang. (zis)











