Martapura, Sumselupdate.com – Dampak dari ambruknya jembatan penghubung di Desa Gunung Batu Kecamatan Cempaka OKU Timur, Selasa (29/11/2016) lalu, membuat masyarakat terpaksa harus merogoh kocek lebih dalam, karena mau tidak mau mereka harus mengeluarkan biaya tambahan.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Gunung Batu Bustomi Ali, melalui sekretaris desa M Ali saat dikonfirmasi Sumselupdate.com melalui telepon, Kamis (1/11/2016).
Ali mengatakan, warga Gunung Batu, khususnya mereka yang akan menjual hasil pertanian dan perkebunannya ke pasar kalangan Gunung Batu, saat ini menggunakan jasa transportasi air atau ketek untuk mengangkut kendaraan roda dua dan hasil panen mereka. Tentunya biaya yang dikeluarkan jelas bertambah dari sebelumnya.
Tidak hanya itu, lanjut Ali, anak-anak sekolah pun mengalami kesulitan yang sama. “Kalau biayanya 2 ribu per orang untuk sekali menyeberang, tapi kalau sama motor atau barang hasil tanam itu 10 ribu per orang,” jelasnya.
Ali mengakui, untuk transportasi air sebenarnya sudah disediakan satu unit perahu karet dari BPBD OKU Timur, namun terkendala operator.
“Ada satu unit bantuan perahu karet dari BPBD, tapi masyarakat kami tidak ada yang bisa mengoperasikan, jadi masih pakai ketek, mohon diajarkan biar bisa kami operasikan,” tambahnya.
Masyarakat Gunung Batu Cempaka dan 5 kecamatan sekitar yang menggunakan akses jembatan ini, berharap pemerintah mengambil langkah perbaikan sementara untuk jembatan yang ambruk saat ini.
“Mayoritas masyarakat di sini petani dan kebun, jadi kami mohon kepada pemerintah untuk membuat akses sementara dulu di jembatan yang rusak ini, minimal bisa dilalui motor atau mobil kecil buat angkutan sayur dan anak sekolah, karena jembatan baru masih lama, warga berharap sekali,” pungkasnya mengakhiri pembicaraan. (Yul)











