Keracunan Massal Usai Makan Bakso Bakar, Kadinkes Segera Investigasi

Minggu, 27 Maret 2016
investigasi bakso bakar racun

Baturaja, Sumselupdate.com  – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) melakukan investigasi terkait peristiwa keracunan jajanan keliling berupa bakso bakar yang dijual Nurdiansyah bin Saidi (38), warga Dusun 3, Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Baturaja Timur, OKU  hingga menimpa 38 anak-anak dan 4 orang dewasa warga Desa Kepayang, Kecamatan Peninajauan.

Kadinkes OKU Suharmasto, SKM, MEpid saat dikonfirmasi mengaku pihaknya sudah melakukan investigasi ke beberapa rumah sakit dan menginstruksikan jajaran sampai ke desa–desa untuk mengawasi hal itu, termasuk yang menjadi korban agar mendapatkan perawatan yang maksimal.

Read More

“Setelah mendapat informasi, kami langsung meninjau ke rumah sakit dan menginstruksikan agar dalam perawatan pasien keracunan tersebut benar–benar diperhatikan dan juga untuk yang berada di puskesmas dan desa kami perintahkan untuk investigasi, mendata, dan merawat semua korban keracunan,” kata Kadinkes OKU Suharmasto, Minggu (27/3).

Lebih jauh kata dia, pihaknya juga akan menginstruksikan kepada jajaran agar segera memberikan sosialisasi mengenai jajanan yang bersih dan sehat kepada masyarakat untuk menghindari kejadian serupa.

“Kami juga memberikan instruksi kepada jajaran yang bertugas di puskesmas dan bidan desa untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai jajanan yang bersih dan sehat, dan berharap kepada masyarakat untuk tidak memvonis sebelum hasil ada penelitian laboratorium,” ucapnya.

Terkait kejadian luar biasa yang menyebabkan warga keracunan bakso bakar keliling, Kadinkes OKU menegaskan, belum dapat dipastikan dari mana penyebabnya.

“Soal jajanan tersebut, banyak hal yang harus diperiksa melalui laboratorium, bisa dari bakso dan racikannya, (saos, garam, bumbu -red)  bisa dari bahan bakunya, dan bisa juga dari si penjualnya, hal ini kami tidak bisa berpkekulasi sebelum ada keterangan resmi dari pihak yang meneliti, dan mengenai sanksi penjual itu kita serahkan ke pihak yang berwenang,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban keracunan akibat mengonsumsi bakso bakar keliling sebakyak 42 orang.

“Kemarin pas kejadian yang kita laporkan hanya 34 orang, ternyata setelah kita lakukan pendataan dan juga laporan dari warga, jumlah korban keracunan bertambah 7 orang, jadi semuanya 41, 11 orang saat ini masih dirawat di 3 rumah sakit,” terang Sobari, Kepala Desa Kepayang saat dihubungi Minggu (27/1) pagi.

Dia menjelaskan, 11 warganya yang dirawat di tiga rumah sakit tersebut, kondisinya pagi ini sudah mulai membaik.

”Tiga orang dirawat di RSUD Ibnu Soetowo, lima orang di Rumah Sakit Dr Noesmir dan empat dirawat di Rumah Sakit Antonio,” jelas Kepala Desa yang akrab disapa Barik ini.

Sobari mengatakan, informasi dari warga, tukang bakso bakar keliling yang berjualan di desanya sudah sejak 2 minggu yang lalu, pembelinya kebanyakan anak – anak.

Terpisah, Camat Peninjauan Feri Iswan, AP, MPA mengimbau kepada masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih dan membeli jajanan, agar hal yang serupa tidak terulang lagi.

“Kita imbau seluruh masyarakat, agar tidak sembarangan untuk membeli jajanan, agar hal yang serupa tidak terulang lagi, dan warga harus mengontrol anak–anaknya dalam mengonsumi jajan serta minuman yang benar–benar higienis,” kata camat seraya menyatakan biaya perawatan korban dapat ditanggung oleh pemerintah. (yan)

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts