Gelombang Demonstrasi Goyang Kursi Presiden Korsel

Minggu, 13 November 2016
Ratusan ribu demonstrasi memenuhi jalan pusat Kota Seoul, Korea Selatan. (reuters/detikcom).

Seoul, Sumselupdate.com – Presiden Korea Selatan Park Geun-hye menghadapi tekanan atas tuntutan warga agar dirinya mengundurkan diri. Para demonstran melakukan aksi besar-besaran di jalan pusat kota Seoul.

Dilansir detikcom dari Reuters, polisi setempat memperkirakan jumlah demonstran mencapai 260 orang. “Park Geun-hye! Hari ini mundur, segera mundur sekarang!” kata para pengunjuk rasa berteriak di depan kantor kepresidenan, Blue House, Sabtu (12/11/2106).

Read More

Jumlah massa ini lebih besar dari aksi sebelumnya dan diikuti warga yang tinggal jauh dari Seoul. Salah satunya adalah Park Min-hee (34) yang rela melakukan perjalanan 7 jam untuk bergabung dengan pengunjuk rasa yang berada di Seoul.

Demonstrasi ini terbesar yang pernah digelar di Korea Selatan dalam satu abad terakhir. Polisi berencana mengerahkan sekitar 25.000 aparat untuk mencegah potensi kerusuhan.

Tiga partai oposisi ikut dalam aksi itu, bersama beberapa bakal calon presiden potensial, termasuk Wali Kota Seoul Park Won-soon dari Partai Demokrat.

Rekor unjuk rasa sebelumnya dicetak pada Juni 2008 ketika 80.000 orang, menurut perhitungan polisi, berdemonstasi di Seoul menentang keputusan pemerintah melanjutkan impor daging sapi dari Amerika Serikat. Penyelenggara kemudian menyebut jumlah demonstran sampai 700.000.

Unjuk rasa Sabtu, yang diselenggarakan oleh 1.500 lebih kelompok sipil, merupakan rangkaian aksi protes terhadap Park yang kepemimpinannya diguncang kecurigaan bahwa dia membiarkan kawan lamanya Choi Soon-sil menyalahgunakan kekuasaan di balik layar.

Choi dituduh mencampuri urusan negara, mendapat akses ke dokumen-dokumen rahasia presiden, mempengaruhi penunjukan personel dan meminta para konglomerat mendanai yayasan-yayasan yang dia kendalikan.

Park sejauh ini sudah menyampaikan dua kali permintaan maaf ke publik, namun tampaknya gagal menenangkan kemarahan publik terkait skandal tersebut.

Sebelumnya dilansir Antara Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-Hye terpaksa meminta maaf kepada publik mengenai kebocoran dokumen resmi ke keluarga rekannya yang terlibat skandal korupsi.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada rakyat,” kata Park dalam pidato yang disiarkan televisi, sebelum menundukkan badannya di depan kamera.

Jaksa penuntut Korea Selatan sedang menyelidiki teman lama Park, Choi Soon-Sil, mengenai tuduhan bahwa dia memanfaatkan hubungannya dengan sang presiden untuk memaksa konglomerat menyumbangkan jutaan dolar ke dua yayasan nirlaba.

Park ingin menjauhkan diri dari kasus itu, namun menjadi sorotan setelah laporan televisi pada Senin menyebut Choi mendapat salinan pidato presiden sebelumnya dan mungkin terlibat dalam merevisi sebagian isinya.

Laporan tersebut berdasarkan pada 200 dokumen di komputer Choi, yang diambil dari kantornya setelah dia meninggalkan Korea Selatan saat skandal itu mencuat. Keberadaannya saat ini belum diketahui.

Menggambarkan Choi sebagai seseorang yang membantunya saat “masa-masa sulit”, Park mengakui bahwa dia meminta pendapat Choi untuk pidatonya dan “material Humas” untuk kampanye pemilihannya serta setelah dia dilantik pada Februari 2013.

“Saya mendengar pendapatnya mengenai materi tertentu selama beberapa waktu, namun berhenti setelah saya menunjuk ajudan kepresidenan saya,” kata Park sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Choi adalah anak perempuan dari mendiang figur religius Choi Tae-Min, yang diketahui sebagai mentor utama dari presiden sebelumnya hingga kematiannya tahun 1994.

Penyelidikan Choi dan kecurigaan bahwa dia berusaha memberikan pengaruh tidak pantas pada Park telah merusak sang presiden, yang tingkat popularitasnya turun ke titik terendah.

Pada Senin, Park mengumumkan tinjauan batas konstitusional masa jabatan presiden, yang dianggap anggota parlemen oposisi ditujukan untuk mengalihkan perhatian dari penyelidikan Choi.

 

Sahabat Presiden Ditangkap

Sementara itu, polisi akhirnya menangkap perempuan yang menjadi pusat skandal politik yang mengancam posisi presiden Korea Selatan.

Choi Soon-sil, sahabat lama President Park Geun-hye, dituduh kongkalikong dan turut campur dalam urusan negara.

Hari Senin, ia diinterogasi, menyusul pernyataan permintaan maaf untuk apa yang disebutnya sendiri sebagai “kejahatan yang tak terampuni.”

Jaksa memiliki waktu 48 jam untuk mengambil keputusan apakah mereka akan menahan Choi.

Senin malam kemarin, ia dikenakan penahanan darurat, dengan alasan bahwa jaksa khawatir dia bisa menghancurkan barang bukti dan bisa terbang ke luar negeri, ungkap kantor berita Korsel Yonhap.

“Ia sudah pernah mengungsi ke luar negeri, dan tak memiliki alamat tetap di Korea, membuatnya bisa terbang sewaktu-waktu,” kata seorang jaksa kepada Yonhap.

Sebelumnya, Choi Soon-sil, yang sudah mengenal presiden Korea Selatan sejak 40 tahun lalu, mengajukan permintaan maaf setelah didakwa oleh jaksa.

Perempuan ini tiba di Kantor Kejaksaan di Seoul, Senin (31/10) dengan mengenakan topi hitam dan syal untuk mendengar dakwaan memanipulasi Presiden Park Gun-hye.

“Mohon maafkan saya,” katanya, seperti dilaporkan kantor berita Korsel, Yonhap.

Presiden Park sudah lebih dulu meminta maaf karena mendapat nasihat dari dia dan mengaku seorang warga biasa yang belum melewati pemeriksaan keamanan mendapat akses untuk melihat beberapa naskah rancangan pidatonya.

Namun banyak yang menduga Choi memiliki pengaruh yang besar atas presiden Korsel tersebut.

Choi, yang berusia 60 tahun, juga dituduh memanfaatkan persahabatannya dengan Presiden Park untuk mendapat keuntungan ekonomi. (hyd)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts