Presiden Korsel Terseret Skandal Nepotisme

Minggu, 30 Oktober 2016
Park Geun-hye (tempo)

Seoul, Sumselupdate.com – Kediaman dan kantor penasihat senior Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-hye digeledah jaksa setempat. Penggeledahan ini terjadi di tengah Presiden Park menghadapi skandal korupsi dan nepotisme yang melibatkan teman dekat keluarganya.

Seperti dilansir AFP, skandal yang kini menyeret Presiden Park berpusat pada wanita bernama Choi Soon-sil yang merupakan orang kepercayaan Presiden Park sejak lama. Sosok Choi sendiri diselimuti oleh berbagai rumor soal kultus keagamaan dan ritual perdukunan.

Read More

Namun intinya, Choi yang merupakan teman dekat Presiden Park yang dianggap telah melakukan nepotisme atau influence-peddling. Choi dituding memanfaatkan hubungan dekatnya dengan Presiden Park untuk menguntungkan dirinya sendiri serta keluarganya.

Dilaporkan kantor berita resmi Korsel, Yonhap, bahwa jaksa menggeledah dan menyita sejumlah komputer serta dokumen dari sejumlah rumah yang diidentifikasi milik seorang penasihat kepresidenan dan dua ajudannya, juga rumah milik Wakil Menteri Kebudayaan Korsel. Penggeledahan juga dilakukan terhadap sejumlah kantor di dalam kompleks Blue House, atau istana kepresidenan Korsel.

Penggeledahan ini dilakukan menjelang unjuk rasa besar-besaran yang akan digelar di Seoul setelah mencuat bahwa Presiden Park mengizinkan Choi untuk mencampuri urusan negara. Padahal Choi jelas-jelas tidak memiliki posisi resmi maupun izin keamanan untuk terlibat dalam urusan pemerintahan.

Ribuan orang diperkirakan akan ikut serta dalam aksi unjuk rasa pada Sabtu (29/10) waktu setempat, yang diwarnai penyalaan lilin itu. Demonstran akan menyerukan Presiden Park untuk mengundurkan diri.

Sementara itu, Choi kini tengah diselidiki atas dugaan memanfaatkan hubungan dekatnya dengan Presiden Park untuk ‘meminta’ uang dari konglomerat-konglomerat Korsel. Kejutan lainnya muncul setelah Presiden Park mengaku kepada publik bahwa dirinya mengizinkan Choi untuk mengakses dan memeriksa pidato-pidato kepresidenannya. Tak hanya itu, Choi juga memberikan ‘saran’ kepada Presiden Park dalam sejumlah kebijakan pentingnya.

Awal pekan ini, Presiden Park menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada rakyatnya. Kemudian pada Jumat (28/10), Presiden Park meminta 10 penasihat seniornya untuk mengundurkan diri, menjelang perombakan kantor kepresidenannya.

Choi yang kini berusia 60 tahun, merupakan anak perempuan tokoh keagamaan kontroversial Korsel bernama Choi Tae-min. Ayah Choi memimpin kelompok mirip kultus keagamaan dan sejak lama menjadi mentor Presiden Park hingga dia meninggal tahun 1994 lalu.

Laporan sejumlah media Korsel menggambarkan Choi sebagai ‘Rasputin wanita’ yang memiliki pengaruh tidak pantas dan tidak sehat terhadap Presiden Park. Choi disebut mewarisi kemampuan untuk mempengaruhi itu dari ayahnya, yang semasa hidup memimpin kultus bernama Church of Eternal Life.

Choi dilaporkan pergi ke Jerman sejak awal September, setelah laporan dugaan nepotisme mencuat ke publik. Spanduk yang dipasang di lokasi unjuk rasa di Seoul bertuliskan ‘Choi pulang, Park keluar’. Pengacara Choi dalam pernyataannya kepada wartawan menyebut, kliennya menyadari situasi yang terjadi di Korsel dan bersedia pulang untuk diselidiki.

“Dia bersedia pulang untuk dimintai keterangan dan dihukum jika dia melakukan sesuatu yang salah,” sebut pengacaranya. Jaksa Korsel telah memintai keterangan dua ajudan Choi, yang salah satunya menuturkan kepada wartawan bahwa Choi berperan layaknya ‘wali’ de facto untuk Presiden Park. (pto)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts