Muarabeliti, Sumselupdate.com – Akses jalan menuju sekolah yang masih sulit menjadi salah satu faktor penyebab Kabupaten Musi Rawas menjadi daerah tertinggal. Tak jarang, banyak pelajar harus menyeberang sungai dengan transportasi air atau melalui jalan berlumpur untuk sampai ke sekolah.
Wakil Bupati Musi Rawas (Mura) Hj Suwarti menegaskan, tahun 2017 mendatang, Pemkab Musi Rawas akan memprioritaskan akses jalan dan jembatan terutama yang berhubungan dengan akses ke sekolah dan layanan kesehatan.
“Melalui DPRD sudah menyampaikan ke kita (Pemkab-red) dan sudah kita akomodir untuk segera diselesaikan, khususnya jembatan di Desa Prabumulih. Ke depan akses jembatan dan jalan kita prioritaskan,” katanya belum lama ini.
Mengenai pengalokasian anggaran yang akan dikucurkan untuk akses jalan dan jembatan, Suwarti mengungkapkan bahwa RPABD 2017 masih dalam tahap penyusunan.
“Dalam minggu-minggu ini baru akan dibahas, lantaran ada pengurangan anggaran dari pusat seperti 2016. Tapi tetap kita prioritaskan untuk akses menuju ke sekolah dan puskesmas,” tegasnya.
Selain itu, sesuai program dari pemerintah pusat ada kucuran Dana Desa (DD) yang salah atau peruntukannya, untuk membangun infrastruktur.
“Minimal dengan dana desa, mampu membantu mengentaskan pembangunan jalan di desa-desa, seperti jalan setapak atau pengerasan jalan,” ungkapnya.
Hal senada dikatakan Nasib, anggota DPRD Mura bahwa insiden meninggalnya satu siswa di Desa Prabumulih, Kecamatan Muara Lakitan, harus dijadikan cambuk untuk membenahi infrastruktur atau akses menuju ke sekolah.
“Ini cambuk kita semua, kalau memang kita berkeinginan mencerdaskan kehidupan bangsa. Peristiwa ini merupakan preseden buruk dan tidak boleh terulang lagi,” ujar Nasib di Ruang Fraksi NasDem DPRD Mura.
Menurut Wakil Ketua Fraksi NasDem DPRD Mura ini, ke depan akses menuju ke sekolah harus segera benahi, baik infrastruktur jalan maupun jembatan dengan memulai pembangunan dari daerah pinggiran.
“Mulai lah membangun dari pinggiran dengan metode racun nyamuk, merayap dari daerah yang terisolir menuju ke pusat kota. Jangan seperti tahun-tahun sebelumnya, ketika akses jalan di Ibu Kota rusak langsung diperbaiki, sedangkan daerah pinggiran terisolir. Metode seperti ini harus dihilangkan, bila kita ingin maju,” jelasnya.
Bukan hanya itu, politisi Partai NasDem ini juga meminta supaya kepala desa berkoordinasi dengan kepala sekolah untuk mengusulkan pembangunan atau pengerasan jalan menuju sekolah.
“Bila perlu ajak dewan meninjau lokasi tersebut, supaya bisa ditanggulangi. Karena sudah jadi kewajiban kami (dewan-red) untuk menyerap semua aspirasi masyarakat. Tapi, bila usulan itu sudah dimasukkan dalam APBD induk 2017, saya yakin pasti disetujui semua dewan untuk dilakukan pengerjaannya,” tegasnya.
Maka dari itu dirinya meminta kepada dinas terkait, baik itu Dinas Pendidikan maupun Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPU BM), untuk tidak mengalihkan program yang telah diajukan.
“Kalau dialihkan akan percuma, sebab itu merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Mura,” ungkapnya. (ain)











