Singapura Waspada Kabut Asap dari Sumatra, Kualitas Udara Diprediksi Memburuk Pekan Ini

Writer: - Rabu, 26 Agustus 2026
Foto yang diabadikan pada 12 September 2019 ini menunjukkan pemandangan kota yang diselimuti kabut asap di Singapura. (Xinhua/Then Chih Wey)

Singapura, Sumselupdate.com – Badan Lingkungan Hidup Nasional (National Environment Agency/NEA) Singapura memperingatkan potensi memburuknya kualitas udara di negara tersebut sepanjang pekan ini menyusul meningkatnya aktivitas titik panas (hotspot) dan kabut asap di kawasan Asia Tenggara.

Peringatan tersebut disampaikan NEA pada Senin (24/8). Berdasarkan pemantauan, peningkatan aktivitas titik panas dan kepulan asap terdeteksi selama akhir pekan, terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatra bagian selatan.

Read More

“NEA mengamati peningkatan aktivitas titik panas dan kabut asap selama akhir pekan, dengan titik panas dan kepulan asap tebal terdeteksi terutama di Kalimantan dan Sumatra bagian selatan. Beberapa kepulan asap juga teramati di Riau,” demikian pernyataan NEA melalui akun Facebook resminya.

NEA memperkirakan kondisi kering masih akan berlangsung sepanjang pekan ini. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan aktivitas kebakaran di sejumlah wilayah yang rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, pola angin yang bertiup dari arah selatan hingga tenggara turut meningkatkan kemungkinan asap bergerak menuju Singapura.

“Dengan angin yang bertiup dari arah selatan atau tenggara, terdapat kemungkinan periode kabut asap yang sesekali berdampak pada Singapura,” demikian pernyataan tersebut.

NEA menyatakan terus memantau perkembangan kualitas udara dan situasi kabut asap di kawasan regional. Masyarakat akan mendapatkan imbauan lebih lanjut apabila kondisi udara mengalami penurunan.

Berdasarkan pemantauan NEA, sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan masih mengalami aktivitas titik panas serta kepulan asap dengan intensitas sedang hingga tebal. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya kabut asap lintas batas (transboundary haze).

Sementara itu, kondisi kualitas udara Singapura pada Senin masih berada dalam kategori sedang. Namun, NEA tetap meningkatkan kewaspadaan karena indeks polutan dapat memburuk apabila aktivitas kebakaran terus meningkat dan arah angin membawa asap menuju Singapura.

Pemerintah Singapura melalui Haze Task Force yang melibatkan 28 lembaga pemerintah juga telah menyiapkan langkah penanganan apabila kualitas udara memasuki kategori tidak sehat.

NEA menetapkan tingkat 24-hour Pollutant Standards Index (PSI) di atas 100 sebagai kategori tidak sehat. Jika ambang tersebut terlampaui, NEA akan mengeluarkan imbauan kabut asap secara harian kepada masyarakat.

Kondisi ini menjadi perhatian karena kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir telah meningkatkan aktivitas kabut asap di kawasan regional. Selain Singapura, kabut asap juga dilaporkan berdampak ke sejumlah wilayah negara tetangga.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts